Luhut Sebut, Pemerintah Telah Siapkan Empat Langkah Skenario Terburuk Pandemi Covid-19

Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Maritim dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Darurat Provinsi Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan. (Tangkapan layar/Youtube Sekretariat Presiden/Suara.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan skenario terburuk jika angka kasus Covid-19 terus melonjak.

Skenario terburuk ini akan diberlakukan jika kasus Covid-19 mencapai 100 ribu per hari. Pernyataan itu disampaikan Luhut dalam jumpa pers virtual, Kamis (15/7/2021) sebagaimana dilansir dari Suara.com.

Bacaan Lainnya

Menurut Luhut, saat ini penambahan kasus positif harian sudah mencapai 54 ribu dalam sehari, pada Rabu (14/7/2021) kemarin. Luhut berharap penambahan kasus tidak mencapai 100 ribu sehari.

“Kalau kita bicara worst case skenario untuk 60 ribu atau lebih kita masih cukup oke, kita tidak berharap sampai ke 100 ribu, tapi itu pun kami sudah rancang sekarang kalau sampai terjadi ke sana, kita tenang melaksanakannya, jernih melihatnya,” kata Luhut.

“Ya kita berharap jangan lebih daripada 60 ribu karena itu nanti mesti ada perkiraan lain lagi,” sambungnya.

Beberapa langkah sudah dilakukan pemerintah untuk mengamankan skenario terburuk ini yaitu, pertama pemerintah sudah mengamankan lebih dari 40 juta vaksin dan akan mempercepat vaksinasi hingga 1 juta suntikan per hari.

Kedua, pemerintah juga tengah melakukan konversi tempat tidur di rumah sakit, membuat rumah sakit lapangan, hingga menambah tenaga kesehatan dari berbagai kampus. Ketiga, melakukan penambahan pasokan oksigen, dengan realokasi produksi 100 persen untuk oksigen medis, hingga impor oksigen dari bantuan internasional

Dan keempat, memastikan ketersediaan obat dengan impor dari negara lain untuk stok dalam negeri hingga akhir Juli 2021 yang selanjutnya akan dibagikan secara gratis ke masyarakat.

“Kita tahu apa yang kita lakukan sekarang. Sangat tahu, Karena bukan Luhut Pandjaitan tetapi semua yang kumpul di sini dengan segala macam keahlian mereka, sudah memberikan pikiran yang terbaik untuk bangsa dan negara ini,” tegasnya.

“Jadi jangan ada beranggapan bahwa kami tidak bergerak kami sangat bergerak,” pungkas Luhut.

Untuk diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 2.670.046 orang Indonesia, kini masih terdapat 443.473 kasus aktif, 2.157.363 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 69.210 jiwa meninggal dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *