Nelayan Temukan Dua Mayat Mengapung di Perairan Mutus Kampak Paloh

Mayat Mengapung di Laut Paloh Sambas
MAYAT – Sesosok mayat mengapung dengan mengenakan life jacket di perairan Mutusan Kampak Paloh, Kabupaten Sambas, Kamis (15/7/2021). (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Nelayan di Desa Sebubus bernama Keni (24) dan Eki (23) menemukan dua mayat mengapung di pesisir laut Mutusan Kampak, Dusun Cermai, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar, Kamis (15/7/2021).

Salah satu dari mayat tersebut masih mengenakan jaket pelampung (life jacket). Belakangan kedua mayat berhasil diidentifikasi warga. Masing-masing bernama Wasduri dan Achmad Mukromin. Keduanya merupakan warga Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Warga Paloh, Suparno mengatakan, keduanya adalah nelayan berdasarkan dokumen yang didapat dari tubuh korban. Diduga kedua korban terombang-ambing di laut lepas karena kapal yang digunakannya melaut, karam akibat dihantam badai saat cuaca buruk dua hari lalu.

“Mereka nelayan, karena dari surat yang ada di tubuh korban tertulis jelas identitasnya dari Jawa Tengah,” kata Suparno, kepada insidepontianak.com, Jumat (16/7/2021).

“Dua mayat tersebut ditemukan pertamakali oleh Keni dan Eki warga Sebubus saat melaut kemarin siang dengan KM Putra Batu Bejamban,” sambungnya.

Suparno mengatakan, mereka berangkat pagi dari Pelabuhan Merbau Paloh, menjelang siang di sekitar pesisir pantai laut Mutusan Kampak mereka melihat pelampung orange.

“Mereka (Keni dan Eki) melihatnya ternyata mayat seseorang dengan jaket pelampung. Mereka kemudian memberi tanda dengan mengikatnya dan menancapkan kayu. Lalu tak jauh dari situ mereka menemukan lagi mayat yang lain,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *