WHO Waspadai Covid-19 Varian Baru, Bisa Menyebar 15 Detik Lewat Udara

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona. (Unsplash/CDC/Suara.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Komite Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, Covid-19 varian baru memiliki risiko penularan yang lebih tinggi dibanding virus corona yang ada sebelumnya.

Dilansir dari Suara.com, WHO menyebut, virus Covid-19 varian baru bakal lebih sulit dikendalikan. Pengumuman yang mengkhawatirkan itu disampaikan pasca-munculnya gelombang infeksi baru yang disebabkan oleh Covid-19 varian Delta yang kali pertama ditemukan di India, dan kini menyebar di beberapa negara.

Bacaan Lainnya

Terbaru, WHO mencatat, ada empat varian Covid-19 baru menular global yang telah diidentifikasi. Yaitu, varian Alpha, Beta, Gamma, dan varian terbaru, Delta, yang dikatakan menyebar dengan kecepatan tinggi.

Bahkan, dikatakan lebih menular, berbahaya, dan berpotensi menjangkito orang-orang yang telah divaksinasi. Demikian seperti dilansir dari World Of Buzz.

Varian Delta telah dilaporkan sudah menyebar setidaknya ke 98 negara. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Gebreyesus menyoroti risiko varian terbaru yang akan terus berkembang dan bermutasi. Sehingga kemungkinan besar membutuhkan evaluasi terus-menerus dan penyesuaian yang cermat dari respons kesehatan masyarakat.

Baru-baru ini, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah menyebutkan, jika varian Delta baru bisa menyebar dalam waktu 15 detik.

Kondisi tersebut menjadi perbandingan yang mencolok. Karena pada kasus Covid-19 sebelumnya, seorang individu yang terpapar virus dapat terinfeksi dalam waktu kurang dari 15 menit pada jarak satu meter.

Dia juga mengungkapkan khawatir sifat virusnya masih dikatakan berubah dan varian Delta dapat ditularkan melalui udara dalam waktu 15 detik.

“Masyarakat juga harus menghindari berkumpul di tempat ramai atau sempit, karena infeksi masih dapat menyebar di daerah yang berventilasi buruk,” katanya dalam konferensi pers.

Bahkan, dia juga percaya setiap orang harus mendapatkan vaksinasi. Karena hingga saat ini, vaksin adalah salah satu cara untuk mencegah penularan virus.

Tetapi dia tetap menegaskan pentingnya untuk mempraktikkan jarak fisik dan masker yang tepat bahkan setelah vaksinasi.

Penggunaan masker wajah, penahanan fisik, kebersihan tangan, dan peningkatan ventilasi dalam ruangan tetap menjadi cara paling efektif untuk mengurangi infeksi di masa pandemi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *