Tak Punya Pilihan, Warga Pontianak Terpaksa Berkerumun untuk Dapatkan Tabung Oksigen

Warga Kota Pontianak Terpaksa mengantri dan berkerumun untuk mendapatkan jataah gas oksigen di Jalan Antasari. Ist
Warga Kota Pontianak Terpaksa mengantri dan berkerumun untuk mendapatkan jatah oksigen di Jalan Antasari. Ist

PONTIANAK, insidepontianak.com – Jika dalam beberapa tahun lalu, populer antrian tabung gas Elpiji 3kg, kini berubah menjadi antrian panjang untuk pengisian gas oksigen.

Musim pandemi Covid-19, antrian pengisian gas oksigen menjadi pemandangan biasa, meskipun ada larangan keras berkumpul di saat PPKM Darurat.

Bacaan Lainnya

Antrian panjang terjadi di Jalan Antasari, tepatnya di dekat KSM Pontianak, Senin (19/7/2021). Sejak dibukanya tempat pengisian gas oksigen tersebut, warga sudah mulai mengantri.

Sebenarnya warga enggan mengantri di tengah wabah yang makin mengganas ini tapi mereka tidak punya pilihan.

“Saya tidak punya pilihan lain. Hanya di sini yang ada. Kalau ada beberapa tempat lain, saya tidak mungkin di sini,” kata Pardi (42) warga Jalan Putri Dara Hitam, ditemui siang tadi.

Ditanya apakah khawarir jika nantinya Ia dan rekan-rekannya yang lain terpapar virus Corona, Pardi menjawab pasrah.

“Saya sudah pakai masker, mudah-mudahan tidak. Jika pun nanti tertular, ya mau bagaimana lagi pasrah saja,” ucapnya.

Sejak pukul 09.00 WIB, warga sudah mulai ramai berdatangan. Para warga ini paham benar situasi pandemi mengharuskan mereka tidak keluar rumah.

Mereka juga paham jika pun harus berinteraksi di luar rumah, masker wajib dikenakan. Namun, sekali lagi warga tidak banyak memiliki solusi tanpa dukungan pemerintah.

Meskipun sudah menjalankan prokes, tapi untuk menjaga jarak, sepertinya sangat sulit dilakukan warga yang mengantri ini.

“Takut ga kebagian, makanya saya maju ke depan,” ungkap Harun yang mengantri sekedar mendapatkan jatah oksigen satu tabung untuk sang ayah yang terpapar Covid-19.

Ayah Harun tidak mendapat perawatan maksimal, hanya isolasi mandiri di rumah. Berbekal obat-obat dokter serta sejumlah vitamin pendukung.

Harun bukannya tak mau membawa sang ayah ke rumah sakit, tapi penuhnya rumah sakit dan ketersediaan oksigen yang minim membuat ia dan keluarga memutuskan merawat sang ayah di rumah.

Namun, tak seperti Harun dan Padri yang harus berdesakan, ada sebagian pengantri yang sengaja menjaga jarak. Mereka lebih memilih duduk di pinggir jalan atau berdiri menjauh dari keramaian.

“Takut kalau terlalu dekat. Manjauh saja, cari aman,” kata Hesti yang sejak pukul 10.00 WIB menunggu giliran.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Edi Kamtono, mengingatkan warga untuk tidak berkumpul dan berkerumun.

“Jaga jarak, prokes ketat. Saya mohon kerjasamanya semua pihak agar bisa menaati aturan PPKM Darurat ini,” kata orang nomor satu di Kota Pontianak ini.

Hal sama juga diungkapkan Kapolres Pontianak, Kombes Pol, Leo Joko Triwibowo, berharap PPKM Darurat bisa dipatuhi.

“Tentunya aturan kita buat untuk kepentingan bersama, dan menekan laju virus ini,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *