BEM UI Tolak Rektor Ari Kuncoro Rangkap Jabatan Komisaris BRI

Rektor UI, Ari Kuncoro
Rektor UI, Ari Kuncoro. (Suara.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM-UI) menolak keputusan presiden Joko Widodo yang mengizinkan Rektor UI, Ari Kuncoro Rangkap Jabatan sebagai Komisaris BRI.

Dilansir dari Suara.com, Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum UI Nadya menyatakan, sedari awal BEM UI, Badan Kelengkapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa (BK MWA UI UM), hingga Ombudsman RI menyatakan bahwa polemik rangkap jabatan Rektor UI telah melanggar Pasal 35 huruf c Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 tentang Statuta UI.

Bacaan Lainnya

Namun ironis, Alih-alih mendengarkan masukan mahasiswa dan ombudsman, Presiden Jokowi justru mengubah pasal Statuta UI tersebut, dengan mengizinkan Rektor UI boleh rangkap jabatan di BUMN asal bukan jabatan direksi melalui Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2021.

“Kami menolak dengan tegas rangkap jabatan yang dilakukan oleh rektor, serta mengecam perubahan status UI tanpa transparansi terhadap pihak-pihak yang terkait di dalamnya, terutama mahasiswa,” Nadya dukutip dari Suara.com, Rabu (21/7/2021).

BEM FH UI juga menilai Jokowi telah “menyelamatkan” Ari Kuncoro yang belakangan banyak disorot publik karena rangkap jabatan sebagai Rektor UI dan Wakil Komisaris BRI.

“Sungguh ironis, pelanggaran hukum yang seharusnya ditindak dengan tegas malah diselesaikan dengan mengubah peraturan hukum terkait. Bukankah miris melihat hal tersebut terjadi di negara yang ‘katanya’ negara hukum?” tulis BEM FH UI dalam kajiannya.

Sebelumnya, Rektor UI Ari Kuncoro boleh rangkap jabatan jadi komisaris BUMN. Statuta UI yang baru telah disahkan oleh Presiden Jokowi pada 2 Juli 2021 lalu lewat PP Nomor 75 Tahun 2021. Aturan baru ini menggantikan PP Nomor 68 Tahun 2013 tentang Status UI.

Perubahan itu berimbas pada bolehnya Rektor UI merangkap jabatan terletak pada Pasal 39 Statuta UI yang baru. Pasal 39 disebutnya mengubah ketentuan pada Pasal 35 statuta yang lama.

Pasal 35 dalam PP Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI memuat aturan yang melarang Rektor “merangkap sebagai pejabat pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta.”

Selain itu, di butir huruf (e), Rektor UI juga dilarang merangkap sebagai “pejabat pada jabatan lain yang memiliki pertentangan kepentingan dengan UI.

Sementara di Statuta UI terbaru, pada butir (c) Pasal 39 tertulis bahwa Rektor UI dilarang merangkap “sebagai direksi pada badan usaha milik negara/swasta maupun swasta.

Aturan yang melarang Rektor UI untuk menjabat pada jabatan yang memiliki pertentangan kepentingan dengan UI sudah tak ada lagi.

Rektor UI saat ini, Ari Kuncoro diketahui juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama/Independen Bank Rakyat Indonesia (BRI). Profil Ari Kuncoro sebagai wakil komisaris utama/independen masih terpampang di website resmi BRI hingga saat ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *