Trauma Banjir Air Bah, Warga Sukadana Minta Penambahan Drainase

  • Bagikan
Banjir
BANJIR - Salah satu rumah warga, Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana terdampak banjir luapan air hujan akibat pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi, Sabtu (7/3/2021) malam. (Fauzi/Insidepontianak.com).

KAYONG UTARA, Insidepontianak.com – Kondisi Kabupaten Kayong Utara yang terdampak banjir di beberapa Kecamatan beberapa waktu lalu, diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara.

Kondisi banjir besar yang menenggelamkan ribuan rumah di beberapa kecamatan ini bukan kali pertama. Sebelumnya di tahun 2017 banjir serupa juga pernah terjadi. Minimnya drainase dan parit – parit yang sudah tertutup dengan semak semak, dianggap faktor besar penyebab banjir yang melanda permukiman warga.

“Kalau kita lihat drainase dan parit – parit memang kurang. kalau kondisi curah hujan tinggi debit air besar, tak sebanding dengan pembuangan yang ada. Padahal kemarin air laut surut, kalau drainase baik, parit kita banyak, air pasti mudah keluar ke laut, ” terang rizal salah satu warga Sukadana, Rabu (21/7/2021)

Kabid Sumber Daya Air (SDM) Dinas PUPR Kayong Utara Heri Safuan mengatakan, pihaknya akan mengecek ke lapangan, untuk melihat kondisi saluran – saluran air yang ada di Kabupaten Kayong Utara.

Untuk drainase maupun normalisisasi parit, pihaknya akan menyesuaikan anggaran yang ada, mengingat hampir seluruh SKPD yang ada di Kayong Utara harus dipangkas karena dialihakan kepenanganan Covid-19.

” Kita mau kroscek dulu, harus mensingkronkan anggaran kita, anggaran kita di tahun inikan cuma berapa (tidak mencukupi),” Tutur Heri Safuan.

Plt Kepala Dinas PUPR Kayong Utara Rahadi mengaku, pasca banjir yang terjadi pada Rabu (14/7/2021) lalu, pihaknya sudah mendata drainase yang ada di Kayong Utara, agar mendapatkan penanganan.

“Pasca banjir kemarin, Dinas PUPR mendata terkait fungsi drainase yang ada untuk melakukan tindakan selanjutnya, ” Terang mantan Seketaris Lingkungan Hidup ini.

Ia memaparkan, selain drainase dan aliran parit yang buruk, curah hujan yang tinggi membuat air di beberapa bukit yang mengelilingi kota Sukadana turun ke dataran lebih rendah dengan debit air yang besar, sehingga air dengan cepat masuk ke pemukiman warga.

“Secara umum salah satu faktor bencana banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang terjadi sebelumnya. Tidak berfungsi juga, karena banyak faktor,” katanya. (Fauzi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: