Gegara Takut Swab Antigen, Calon Pengantin Rela Tunda Pernikahan

Ilustrasi Pernikahan
Ilustrasi. (Suara.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Sebanyak 60 pasangan calon pengantin di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terpaksa tunda pernikahan. Itu terjadi karena sebagian mereka terpapar corona. Namun ada pula sebagian yang rela menunda pernikahan karena takut menjalani pemeriksaan swab antigen.

Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Tuban Mashari menyatakan pada masa penerapan PPKM darurat, memang kegiatan pernikahan, baik calon pengantin, wali, dan saksi wajib melakukan swab antigen. Kebijakan itu diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Jadi, ada 350 pasang calon pengantin yang telah mendaftarkan nikah pada KUA dari tanggal 3-20 Juli 2021. Namun karena PPKM Darurat, ada 60 pasang dari 20 KUA tunda pernikahan. Mereka menunda, antara lain karena ada yang positif Covid-19, takut swab antigen, dan menunggu situasi aman,” jelas Mashari, sebagaimana dilansir dari Suara.com, Kamis (22/7/2021).

Mashari menegaskan, pihak KUA sejatinya tidak pernah melarang penundaan pernikahan. Namun karena situasi pandemi saat ini, maka banyak aturan yang harus disesuaikan. Karena itu dia meminta masyarakat juga mengerti dengan situasi ini.

“Nikahnya tidak dilarang, tapi para pihak dari catin harus sehat semua yang dibuktikan dengan swab antigen 1×24 jam sebelum pelaksanaan akad nikah,” ujar Mashari.

Imbauan sudah tertera dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor : SE.P.001/DJ.III/Hk.007/07/2021, Tanggal 7 Juli 2021 dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kalau SE Menag itu sudah jelas, ketika proses akad nikah harus swab antigen, itu wajib dan menerapkan prokes ketat selain itu yang hadir saat akad terbatas hanya 6 orang,” jelasnya.

Dia berharap SE dapat diterima dan dijalankan masyarakat yang hendak melangsungkan pernikahan. Hal itu bertujuan sebagai bentuk upaya menekan persebaran dan penularan Covid-19. Sebab, saat ini banyak kasus meninggalnya para penghulu akibat terpapar Covid-19.

“Semoga tidak ada klaster baru dari peristiwa pernikahan. Persyaratan ini jangan dianggap memberatkan tapi demi menjaga kesehatan kita bersama,” kata Mashari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *