Polemik Seleksi Kadus Desa Serdam, Intruksi Bupati Diabaikan

Ilustrasi
Ilustrasi. (Net).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Seleksi perangkat desa formasi kepala dusun di Desa Sungai Raya Dalam (Serdam) Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu berpolemik. Itu terjadi karena diduga panitia seleksi mengabaikan aturan.

Bupati Kubu Raya sudah memberi intruksi. Agar panitia taat prosedur. Supaya pemilihan perangkat desa tak bermasalah. Seperti yang terjadi di Desa Kuala Dua, yang sampai ke ranah hukum. Namun, intruksi bupati lagi-lagi tak dipatuhi. Alhasil, seleksi perangakat desa itu menyisahkan masalah.

Hasil seleksi yang disampaikan panitia kepada Kepala Desa Sungai Raya Dalam yang diteruskan ke Camat Sungai Raya Suhairi, ternyata tak sinkron. Salah satunya yakni calon Kepala Dusun Taman Raya atas nama Sumarlin, diam-diam diganti menjadi Bambang Ismawan.

Padahal Sumarlin telah dinyatakan lolos seleksi tertulis, yang digelar pada hari Kamis 25 Maret 2021. Ia pun sejatinya telah ditetapkan sebagai calon Kepala Dusun Taman Raya. Namun, tiba-tiba, saat hendak di-SK-kan, di kecamatan, nama Sumarli diganti oleh Bambang Ismawan.

Atas kejadian itu, Sumarlin tak terima. Surat keberatan ia sampaikan ke panitia seleksi, kepala desa Sungai Raya Dalam, Camat Sui Raya, Dinas Pemdes hingga ke DPRD Kubu Raya.

Merespon surat keberatan Sumarli, DPRD Kubu Raya turut bersikap. Meminta Bupati melalui dinas terkait untuk menjelaskan persoalan tersebut dalam rapat Komisi I DPRD yang digelar pada Senin 19 April 2021 lalu.

Hasil rapat itu, pihak panitia, desa maupun camat kukuh menyatakan proses seleksi kadus telah sesuai dengan UU Nomor 6 tahun 2014, Permendagri Nomor 83 tahun 2015 maupun Perda Nomor 2 tahun 2019 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Padahal, nyatanya kadus yang dipilih berdasarkan hasil seleksi, berbeda saat diajukan ke kecamatan.

Di lain sisi, pada tanggal 23 April 2021, Kepala Desa Sungai Raya Dalam mengirimkan surat kepada Bupati Kubu Raya memohon arahan terkait polemik hasil seleksi kadus.

Tanggal 21 Mei 2021, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menjawab surat tersebut, yang menegaskan agar seleksi Kadus harus sesuai dengan UU Nomor 6 tahun 2014, Permendagri Nomor 83 tahun 2015 maupun Perda Nomor 2 tahun 2019 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Sayangnya, panitia, kepala desa maupun camat tetap melakukan perlawanan dengan mengabaikan intruksi Bupati Kubu Raya itu.

“Harusnya surat dari Bupati Kubu Raya ini dijalankan, jangan lah dibuat untuk main-main,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kubu Raya Jakariansyah.

Saat ini Dinas Pemdes tengah tangani polemic ini. Jangan sampai berkepanjangan yang berptensi pada gugatan hukum.

“Semuanya harus sesuai aturan agar tidak repot dan menjadi masalah dikemudian hari,” ucapnya.

Jakariansyah menyebutkan, di tahun 2021, ini ada sekitar 16 desa yang telah melaksanakan seleksi perangkat desa. Semuanya berjalan sesuai aturan. Hanya seleksi perangkat desa di Desa Sungai Raya Dalam yang berpolemik. Karena panitia mengabaikan aturan.

Polemik seleksi perangkat desa ini menjadi perhatian serius DPRD Kubu Raya. Anggota Komisi I DPRD Kubu Raya M. Salahudin mengingatkan kepada camat untuk berhati-hati dalam mengeluarkan rekomendasi.

“Jangan asal-asalan mengeluarkan rekomendasi, tapi camat harus pelajari dan pahami lebih dulu aturan yang ada secara utuh dan persyaratan yang telah disampaikan oleh panitia maupun desa,” katanya.

Sebab menurut Salahudin jika hasil seleksi itu digugat maka menjadi preseden buruk bagi roda pemerintahan di desa yang menjadi polemik.

“Contohnya di Kuala Dua ditambah lagi Sungai Raya Dalam. Akibat rekomendasi Camat Sungai Raya mengakibatkan polemik di desa. Ini yang kita sayangkan,” tuturnya.

 

Polemik Seleksi Kadus Desa Serdam

Seleksi Kadus Desa Serdam, Polemik Sekelsi Kadus, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendra, Bupati Muda, DPRD Kubu Raya

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *