Kajati Kalbar Pastikan Kawal Kasus Dugaan Penimbunan Oksigen di Sanggau

  • Bagikan
Tabung Oksigen
Ratusan tabung oksigen kesehatan ditemukan polisi di sebuah gudang di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Rabu (21/7/2021). (Ist).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar menunggu hasil penyedikan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar terkait dugaan penimbunaan oksigen yang terjadi di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Rabu 20 Juli lalu. Kasus itu dipastikan akan dikawal sampai tuntas. Jika perbuatan penimbunan itu terbukti, Kejaksaan akan menuntut pelaku hukuman maksimal dengan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan.

Kejati Kalbar, Masyhudi mengatakan, sesuai Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014, siapa saja yang menyimpan barang penting yang dibutuhkan dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu, dapat disanksi hukuman maksimal selama lima tahun, dan denda maksimal Rp50 miliar.

“Untuk temuan di Sanggau kita ikuti terus, dan kordinasi dengan polisi bagaimana perkembangan perkara ini,” terangnya, Senin (26/7/2021).

Masyhudi memastikan, Kejati Kalbar sebagaimana arahan Jaksa Agung akan terus mendukung upaya percepatan penanganan Covid-19 dengan menjaga pasokan kebutuhan masyarakat, baik obat-obatan dan oksigen.

Dia bersyukur, berkat kerja sama Gubernur Sutarmidji dengan Pemerintah Serawak, saat ini pasokan oksigen dari Serawak sudah diterima. Ia berharap, suplai oksigen itu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak ada lagi kelangkaan.

Sebab, oksigen sangat dibutuhkan masyarakat baik yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah, maupun kebutuhan pasien di rumah sakit.

“Kejaksaan akan mendukung dan memastikan ketersediaan oksigen di Kalbar tersedia. Jika ada distributor nakal yang menimbun akan kita tuntut maksimal,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: