Tantangan Makan 20 Menit, Wali Kota Edi hanya Butuh 13 Menit 

  • Bagikan
Wali Kota Edi menunjukan bahwa makan tak butuh 20 menit tapi 13 menit
Wali Kota Edi menunjukan bahwa makan tak butuh 20 menit tapi 13 menit. Ist

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dalam aturan PPKM Level IV terbaru, terdapat beberapa relaksasi yakni rumah makan boleh melayani makan di tempat dengan durasi 20 menit untuk menyantap makanan.

Aturan makan 20 menit ini pun lantas menjadi sindiran massal kepada pemerintah. Umumnya warga yang menganggap ritual makan, bukan sekedar makan tapi ajang bicara dan bersapa usai penat seharian bekerja dan beraktivitas. Tanpa dibatas waktu, terburu-buru, apalagi ada sanksi jika melanggar aturan 20 menit tersebut.

Namun, kalangan pembuat kebijakan yakin dengan aturan tersebut sudah lebih dari cukup untuk sekedar makan tanpa embel-embel lain.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pun ingin membuktikan pemikiran pemerintah tersebut. Ia tertantang dan men- challenge dirinya sendiri untuk makan di tempat. Ia memilih rumah makan roti cane sederhana di kawasan tak jauh dari kantornya.

Dimulai sejak memesan makanan hingga disajikan di atas meja, Edi menunjukkan timer di smartphonenye untuk melihat seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyantap makanan tersebut.

Alhasil, orang nomor satu di Kota Pontianak itu hanya butuh waktu 13 Menit untuk menghabiskan roti cane, yang hanya menyajikan roti berbentuk pipih, kuah dan rendang serta acar.

Tampak di piring, selembar roti cane yang baru digoreng, serta tiga mangkuk terpisah. Satu mangkuk berisi kuah plus rendang, mangkuk acar dan mangkuk lainnya berisi air untuk mencuci tangan. Terlihat satu botol air mineral ukuran 600 ml juga Ia pesan.

Tanpa mengobrol, tanpa ditemani ajudan. Hanya sendiri, tampak Wali Kota Edi menikmati acara makannya itu. Ia fokus dan tak teralihkan meskipun ada kamera yang mengikutinya.

“Saya sarapan roti cane makan di tempat dan tes waktu mulai pesan sampai habis makanannya hanya membutuhkan waktu 13 menit,” ujarnya saat sarapan di sebuah warung makan roti cane di Jalan Jenderal Urip, Kamis (29/7/2021).

Dia berharap masyarakat bisa memahami aturan yang diberlakukan untuk waktu makan 20 menit sebagai upaya pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19.

Edi menganggap, jika terlalu lama berada di satu tempat maka berpotensi terjadinya kerumunan orang sehingga tidak menutup kemungkinan penyebaran virus Covid-19 lebih cepat.

“Sedapat mungkin apabila ingin makan dan minum di tempat-tempat umum seperti rumah makan dan warung kopi, jangan terlalu lama,” pesannya.

Ia mengimbau warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai kunci utama mencegah penularan Covid-19. Dengan demikian, tingkat risiko penularan di Kota Pontianak levelnya bisa terus menurun.

“Jika ada warga yang bergejala, segera berobat ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit,” tutupnya.

Warga Kota Pontianak bisa saja mencontoh Wali Kota Edi dengan pola makan seperti yang ia tunjukan. Ia tak mengajak teman saat makan, sendirian, pilihan makanan yang tidak ribet, cenderung minimalis, yaitu roti cane, daging dan acar.

Tak lupa, fokus. Seperti dicontohkan wali kota, Ia saat menyantap makanan tak melihat HP, tak melihat waktu dan tak melihat siapapun.

Nah, cara wali kota ini mungkin bisa menjadi inspirasi bagi sobat inside yang hendak makan di tempat makan. Pastinya tak membutuhkan waktu 20 menit. Jika wali kota bisa pastinya kalian bisa bukan?

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: