Warga Kecewa, Sudah Datang Pagi tapi Tak Dapat Vaksin

  • Bagikan
Vaksinasi Massal.dok
Vaksinasi Massal.dok

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sejak pemberitahuan jadwal vaksinasi massal oleh Polresta Pontianak Kota, Kamis pagi (29/7/2021) puluhan masyarakat memadati kantor kepolisian tersebut.

Namun, sejumlah masyarakat terpaksa pulang lantaran stok vaksin tak cukup. Persediaan yang menipis membuat warga yang datang pagi pun gigit jari.

Warga yang datang dan memilih meninggalkan aktivitas hariannya tak mendapatkan formulir pendaftaran lantaran jumlah vaksin tak cukup dengan jumlah warga yang datang.

Alex, salah seorang warga mengaku sudah menunggu sejak pukul 06.30 WIB. Padahal, Ia sudah sangat awal dari jadwal vaksin yang terjadwal.

“Kerjaan saya tinggal, biar bisa vaksin tapi ga bisa juga,” katanya.

Alek mengira jika datang lebih awal, Ia bisa mendapatkan nomor antrian pertama tapi Ia terpaksa antri ketika diumumkan bahwa formulir tidak tersedia lagi.

“Antrian sangat panjang bahkan tadi sampai pukul 09.00 masih ramai yang datang untuk mengikuti vaksin,” katanya.

Sementara itu, Dewi warga lainnya harus kembali besok harinya karena formulir pendaftaran sudah habis.

Sama seperti Alek, wanita cantik ini pun datang lebih awal pagi tapi masih tidak bisa mendapat vaksin.

“Kecewa karena tak bisa vaksin dan disuruh pulang lagi, padahal sudah antre dari pagi,” ujarnya ketika dibincangi.

Ia berharap untuk kedepannya pemerintah lebih memperhatikan lagi stok vaksin dan melakukan pendataan bagi warga yang akan melakukan vaksinasi agar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Kita tidak muluk hanya penyelenggara vaksin harus lebih siap, terutama antisipasi banyaknya yang ikut vaksin. Apalagi jika harus berdesak-desakan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengakui, stok vaksin di Kalbar menipis.

Saat ini pun, hanya program vaksiansi dosis kedua yang dapat dilayani.

“Sebenarnya Kalbar bisa cepat melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat. Hanya saja kita terkendala stok vaksin di Kalbar dan nasional yang menipis,” kata Harisson, kemarin.

Kekurangan pasokan vaksin itu pun, telah disampaikan ke Gubernur Sutarmidji. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur juga selalu meminta pemerintah pusat segera kirim pasokan vaksin. Namun, pada 27 Juli lalu, hanya mendapat kiriman 50 vial vaksin.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: