Harisson Sebut Keterlambatan Vaksinasi Dosis Kedua Tak Berdampak Pada Kesehatan

  • Bagikan
Harisson
Kadinkes Provinsi Kalbar, Harisson. (Baguna/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson memastikan, keterlambatan suntik vaksin dosis kedua yang disebabkan stok vaksin menipis, tidak akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Sebab vaksinasi akan bertahan selama sembilan bulan membentuk anti body.

“Tidak ada dampaknya. Vaksinasi kedua ini hanya sebagai booster untuk penguat. Kalau sudah ada respon dari vaksinasi satu, vaksinasi kedua kapan pun diberi akan meningkatkan kemampuannya lagi, itu terserah kapan,” kata Harisson, Jumat (30/7/2021).

Harisson mengatakan, per tanggal 28 Juli 2021 sebanyak 536.632 orang yang sudah divaksinasi tahap satu. Sementara tahap dua, ada 238.524 yang akan diimunisasi. Dan masih ada 298.108 masyarakat yang belum divaksin.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, kata dia, diperlukan 29. 811 vaksin agar dapat memvaksin masyarakat tahap dua.

Sementara, Kementrian Kesehatan baru berncana menabah 3.370 vial vaksin untuk Kalbar. Vaksin jenis sinovac itu rencananya akan dikirim besok ke Kalbar.

“Dengan tambahan ini, dan ditambah stok 7.092 vaksin didaerah maka masih ada kekuaranga 19. 339 vial vaksin, untuk memenuhi vaksinasi kedua,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: