banner 468x60

Rumah Sakit di Ketapang Tambah Jumlah Tempat Tidur

  • Bagikan
Tempat tidur rumah sakit
Tempat tidur rumah sakit

KETAPANG, insidepontianak.com – Antisipasi lonjangan pasien Covid-19, sejumlah rumah sakit di Kabupaten Ketapang kembali menambah ketersedian tempat tidur.

Hal ini dilakukan lantaran keterisian tempat tidur (Bor) di sejumlah rumah sakit di Ketapang mengalami peningkatan dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

Plt Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang, Herman Basuki mengatakan jika sesuai arahan pimpinan, pihaknya siap menambah ketersedian tempat tidur untuk pasien Covid-19.

“Total ketersedian tempat tidur ada 148 tapi yang digunakan untuk pasien Covid-19 ada 22 tempat tidur, namun saat ini kita ada lakukan penambahan tempat tidur untuk upaya antisipasi,” katanya, belum lama ini.

Herman melanjutkan, penambahan tempat tidur harus dilakukan bahkan rumah sakit telah menyiapkan alih fungsi gedung baru yang awalnya untuk rawat inap penyakit dalam, namun nantinya untuk penanggulangan pasien Covid -19.

“Gedung baru ini dua tingkat selain ketersedian tempat tidur kelengkapan lainnya juga sudah ada. Di gedung baru nanti ada 92 tambahan tempat tidur. Sesuai arahan pimpinan yang akan difungsikan 10 tempat tidur dulu jika ada peningkatan jumlah pasien,” katanya.

Selain penambahan tempat tidur dan alih fungsi gedung, pihaknya memastikan terkait ketersedian peti jenazah tidak menjadi kendala pihaknya dan sejauh ini setiap ada kejadian korban meninggal peti jenazah selalu tersedia.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Fatima Ketapang, dr. Margaretha Indah mengaku kalau pihaknya telah melakukan konversi tempat tidur di rumah sakit Fatima untuk pasien Covid-19.

“Ada 26 tempat tidur yang disediakan, namun memang ada lonjakan kasus sehingga Bor kita tidak cukup. Sekarang sudah ada penambahan tempat tidur menjadi 36,” akunya.

Indah juga mengaku, kalau saat ini jumlah keterisian sudah berhasil turun menjadi 77 persen, hanya saja pihaknya tidak dapat memastikan ada atau tidak penambahan kasus ke depan.

“Kita juga sudah kordinasi dengan pihak terkait termasuk dari Kementrian Kesehatan soal penyedian tempat baru untuk bangunan tambahan pelayanan dan ini sedang dalam proses, yang jelas dalam kasus kebencanaan seperti ini kita tidak hanya bicara soal ketersedian tempat tidur tapi juga soal Sumber Daya Manusia yang merawat pasien, alat kesehatan yang menunjang termasuk keterseduan oksigen saat ini,” tukasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: