Vaksinasi Tekan Peluang Munculnya Varian Baru Covid-19

  • Bagikan
Vaksin Covid-19
Ilustrasi, vaksinasi Corona.(BBC)

JAKARTA, insidepontianak.com – Lonjakan kasus Covid-19 dikhawatirkan dapat memunculkan varian baru yang lebih ganas dan cepat menular. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, pada prinsipnya virus bukanlah makhluk hidup. Karena virus hanya dapat memperbanyak diri pada inang yang hidup seperti manusia. Dan dalam proses perbanyak diri inilah virus dapat bermutasi dan dapat menghasilkan varian baru.

Ia menegaskan, upaya terbaik menghindari masuk ke dalam tubuh melalui disiplin protokol kesehatan yang ketat. Upaya lain, meminimalisir penularan yang terjadi dengan mempercepat pelaksanaan strategi vaksinasi nasional.

“Karena peluang terbentuknya varian baru pada orang yang sudah divaksin lebih rendah dari orang yang belum divaksin,” kata Wiku, Kamis kemarin.

Dia menerangkan, vaksin yang diberikan kepada masyarakat, sepenuhnya gratis baik skema program nasional atau pun progam Gotong Royong. Adapun adanya temuan yang menyebutkan ada vaksinasi berbayar di lapangan akan ditindaklanjuti oleh satgas di daerah setempat.

Sementara untuk penerima booster vaksin saat ini adalah tenaga kesehatan sebagai populasi berisiko. Sekaligus vital dalam mendukung pelayanan dalam kesehatan khususnya dalam masa pandemi Covid-19.

Di samping itu, pemerintah melalui berbagai kebijakan terus upaya pengendalian kasus baru. Seperti penerapan PPKM, optimalisasi posko dan pengaturan pelaku perjalanan untuk mencegah penularan di tengah-tengah masyarakat. Serta mencegah improtasi kasus yang dapat memperburuk kondisi Covid-19 nasional.

Sementara di Kota Pontianak, stok vaksin mulai kekurangan. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap segera mendapat kiriman vaksin dari pemerintah pusat.

“Stok vaksin untuk wilayah Kota Pontianak menipis atau bahkan habis,” katanya, kemarin.

Menurut Edi, karena stok terbatas, vaksinasi sekarang ini memprioritaskan bagi warga yang sudah menerima vaksin pertama.

Edi mengeklaim masyarakat antusias menerima vaksinasi. Namun karena stok menipis, sehingga terjadi antrean di puskesmas-puskesmas yang melaksanakan vaksinasi.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: