Pemkab Ketapang Hadapi Persoalan Tempat Tidur, SDM hingga Jumlah Vaksin yang Menipis

  • Bagikan

KETAPANG, insidepontianak.com – Direktur Rumah Sakit Fatima Ketapang, dr. Margaretha Indah mengaku kalau pihaknya telah melakukan konversi tempat tidur di rumah sakit Fatima untuk pasien Covid-19.

“Tercatat Ada 26 tempat tidur yang disediakan, namun memang ada lonjakan kasus sehingga Bor kita tidak cukup. Sekarang sudah ada penambahan tempat tidur menjadi 36,” katanya, belul lama ini.

Indah juga mengaku, kalau saat ini jumlah keterisian sudah berhasil turun menjadi 77 persen, hanya saja pihaknya tidak dapat memastikan ada atau tidak penambahan kasus ke depan.

“Kita juga sudah kordinasi dengan pihak terkait termasuk dari Kementrian Kesehatan soal penyedian tempat baru untuk bangunan tambahan pelayanan dan ini sedang dalam proses,” ujarnya.

Diakuinya dalam kasus kebencanaan seperti ini pihaknya tidak hanya bicara soal ketersedian tempat tidur tapi juga soal Sumber Daya Manusia (SDM) yang merawat pasien.

“Begitu juga ketersediaan alat kesehatan yang menunjang termasuk keterseduan oksigen saat ini. Semua harus tersedia karena sifatnya darurat,” terang Dia.

Bicara tenaga kesehatan taambahan, Pemerintah Kabupaten Ketapang pun sudah menyiapkan 2.000 tenaga keseahatan.

Nantinya, mereka bisa dan siap jadi vaksinator. Ini pastinya akan membantu dalam ketersediaan personel dan sumber daya manusia untuk wilayah Ketapang.

Selain persoalan itu, Pemkot Kaetapang juga tengah dipusingkan kuota vaksin yang masuk ke Kabupaten Ketapang yang minim, mengingat vaksin Covid-19 hanya boleh didatangkan dari pemerintah pusat.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: