Gubernur Sutarmidji Sebut Stok Vaksin di Sambas Tidak Kosong, Masih Ada 479 Vial

  • Bagikan
Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

SAMBAS, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyebut stok vaksin di Kabuaten Sambas saat ini tidak kosong. Masih ada 479 vial untuk penyuntikan 4.790 orang dosis pertama. Dia pun menegaskan Pemprov Kalbar akan segera menigirim 710 vial lagi untuk 7.100 orang ke Kabupaten Sambas.

“Berdasarkan data, di Sambas ada 479 vial vaksin, ini bisa dipakai untuk 4.790 orang. Sekarang (Pemprov) segera mengirim 740 vial atau untuk 7.400 orang,” ucap Sutamidji saat dikonfirmasi, insidepontianak.com, Senin (2/8/2021) malam.

Penjelasan Gubernur itu menjawab keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas yang sebelumnya menyebutkan, pihaknya sudah kehabisan stok untuk melanjutkan program serbuan vaksinasi massal di kabupaten sambas.

Stok yang ada saat ini sebanyak 479 vial hanya diprioritaskan untuk masyarakat yang sudah menjalani penyuntikan dosis pertama.

Sutarmidji menegaskan, seharus sisa vaksin yang ada tidak diprioritaskan kepada calon penerima vaksin dosis kedua. Tetapi bisa digunakan untuk melanjutkan progra vaksinasi masyarakat dosis pertama.

“479 vial itu seharusnya pakai saja untuk vaksin dosis pertama,” tegasnya.

Sutarmidji mengatakan, data stok vaksin di seluruh daerah terpantau dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Kalbar. Semua data stok masuk dalam sistem. Baik itu jumlah vaksin yang ada di setiap daerah, yang sudah diberikan termasuk yang belum diberikan.

“Semuanya masuk dalam sistem, jadi terpantau,” katanya.

Dia mengungkapkan, banyak daerah di Kalbar langsung menyuntikkan sisa vaksin yang ada untuk calon penerima dosis pertama. Lagipula kata Bang Midji karib biasa dia disapa, rentang waktu pemberian dosis pertama dan kedua cukup jauh yakni 28 hari sehingga masih ada waktu.

“Vaksin kedua kan 28 hari dan ini minimal, jadi kalau vaksin kedua terlambat sedikit tidak apa, jangan kecepatan,” ucapnya.

Sutarmidji pun menyebut, pengiriman stok vaksin dari pemerintah pusat tidak terlalu lama. Tidak berpengaruh terhadap program percepatan vaksinasi, asalkan masing-masing daerah terus memprioritaskan vaksinasi tahap pertama ke pada masyarakat. Sebab vaksinasi dosis kedua rentang waktunya cukup lama.

“Tidak, paling terlambat sedikit,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: