Mahasiswa Muhammadiyah Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting Secara Daring

  • Bagikan
Mahasiswa Muhammadiyah gelar sosialisasi stunting sacara luring. (Fauzi/Inside Pontianak)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Di era pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir ini, tak menyurutkan semangat mahasiswa penerima hibah dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat dalam membuat inovasi program untuk terus memberikan intervensi masyarakat terkait pencegahan terhadap Stunting.

Ketua Tim PKM-PM (Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak Shelly Ayu Andesty mengatakan, program pelatihan kader ini dengan membentuk kelas edukasi, menerapkan kombinasi metode kegiatan secara luring dan daring yang lebih mendominasi.

banner 336x280

“Tentunya metode daring dalam program ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi sebagai media intervensi, sehingga kegiatan yang dilakukan tidak terlepas dari protokol kesehatan yang diterapkan demi menjaga keamanan dan kesehatan baik mitra maupun tim mahasiswa pelaksana,” terang
Shelly Ayu Andesty, Selasa (3/8/2021).

Shelly menjelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak, baik secara fisik maupun intelektual. Kondisi tersebut, disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal tumbuh kembang anak.

” Salah satu faktor pendorong terjadinya stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu akan asupan nutrisi yang baik untuknya dan janin pada masa kehamilan,” ungkapnya.

Ia menambahakan, kader posyandu, merupakan pusat pelayanan bagi ibu dan anak serta memberikan bimbingan dan informasi terkait upaya pencegahan terhadap Stunting.

“Oleh karena itu, tim mahasiswa UMP membuat suatu program intervensi kepada kader sebagai pusat pelayanan kesehatan di desa bagi masyarakat dalam bentuk pelatihan dengan pemberian edukasi virtual. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara,” harapnya.

Program dalam kegaitan ini tak luput juga dari dukungan Kepala Desa Sutera Ripa’i. Ia menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan kualitas kader di Desa Sutera.

“Kegiatan pelatihan yang diberikan adik-adik mahasiswa ini sangat bermanfaat untuk ibu-ibu kader, sehingga ibu-ibu kader bisa menerapkan ilmu yang didapat dalam pelatihan ini. Tidak hanya di masyarakat namun juga di lingkungan keluarga. Maka diharapkan bagi ibu-ibu dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan seksama sehingga dapat dipahami seluruh materi yang akan disampaikan oleh adik-adik mahasiswa sebagai bekal untuk kegiatan di posyandu masing-masing,” ujar Ripa’i. (Fauzi)

Komentar
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: