Sempat Dikabarkan Meninggal, Buronan Terpidana Ilegal Perbatasan Berhasil Dibekuk Kejaksaan Bengkayang

  • Bagikan
Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Fachrizal S.H. Saat Diwawancarai oleh Insidepontianak.com. Selasa (3/8/2021). Baruna
Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Fachrizal S.H. Saat Diwawancarai oleh Insidepontianak.com. Selasa (3/8/2021). Baruna

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Kejaksaan Negeri Bengkayang berhasil menangkap terpidana kasus ilegal perbatasan, Senin sore (2/8/2021).

Kajari Bengkayang, Fachrizal menyebut, pelaku inisial JL ditahan tim gabungan intelijen dan Pidsus Kejaksaan Negeri Bengkayang.

“JL berhasil ditangkap usai dirinya mengikuti rapat di Ruang Rapat Setda Kabupaten Bengkayang, sekitar pukul 13.30 Wib,” ucap Kajari Bengkayang, Selasa (3/8/2021).

Fachrizal menjelaskan runutan kasus JL, sebelumnya JL dieksekusi. Eksekusi tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung No. 2060 K/Pid.Sus/2029, tanggal 29 September 2010.

Usai diamankan, JL langsung dibawa ke Rutan Kelas IIB Bengkayang untuk dijebloskan dalam tahanan.

Sebelumnya kasus terpidana yang dilakukan Kejaksaan Negeri Bengkayang sempat terhenti lantaran di tahun 2016 itu, kejaksaan tidak menemukan jejak JL. Ia hilang bak ditelan bumi.

Apalagi, itu diperkuat dengan adanya surat kematian yang menyatakan terpidana telah meninggal dunia dari Kepala Desa Jagoi Babang.

“Dengan demikian waktu itu, proses hukum dihentikan, ” ucapnya.

Baru beberapa tahun kemudian, terpidana itu muncul di Bengkayang dalam kondisi sehat, tak meninggal seperti laporan kematian yang tertulis. JL bahkan dengan santai mengikuti rapat bersama Setda Kabupaten Bengkayang.

Kejaksaan Negeri Bengkayang pun bergerak cepat. Mereka melakukan penangkapan terpidana usai mengikuti rapat bersama tersebut.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: