Tak Baik Bagi Mental, Stop Jadi People Pleaser!

  • Bagikan
Menjadi pribadi people pleaser tidak baik bagi kesehatan mental
Menjadi pribadi people pleaser tidak baik bagi kesehatan mental

PONTIANAK, insidepontianak.com – Menjadi pribadi yang baik dengan berusaha membuat orang lain bahagia tidak ada salahnyaa, malah itu akan menambah nilai plus kamu di mata orang lain.

Mengutip dari Suara.com, kamu bisa disebut people pleaser. People pleaser merupakan sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha untuk menyenangkan orang-orang disekitarnya. Seorang people pleaser biasanya tidak mau jika orang lain kecewa terhadapnya.

Dengan menjadi people pleaser secara tidak sadar akan meletakkan dirimu sendiri berada di bawah orang lain. Hal itu tentunya tidak baik untuk mental kamu.

Nah, buat kamu yang merasa jadi people pleaser, yuk mulai berhenti dan sayangi diri kamu sendiri. Berikut ini ada tips dari Suara.com supaya kamu bisa berhenti jadi people pleaser:

1. Hargai diri kamu sendiri

Jangan kebiasaan merendahkan diri kamu di hadapan orang lain. Derajat dan martabat orang lain itu sama antara orang yang satu dengan yang lain.

Cobalah untuk mencintai diri kamu sendiri. Jangan sampai kamu sibuk menghargai orang lain, namun tidak memperhatikan diri kamu yang juga perlu untuk dihargai.

2. Jangan takut bilang “Tidak”

Jangan selalu mengiyakan ajakan orang lain atau permintaan orang lain terhadap kamu, jika memang kamu tidak bisa melakukannya. Coba untuk jujur pada diri sendiri dan orang lain tentang bagaimana perasaan serta kondisimu sebenarnya.

Kalau kamu merasa ragu dan tidak yakin untuk membantu orang tersebut, jangan takut untuk memberikan penolakan. Jawaban penolakan ini tentunya harus sopan dan jelas, agar orang yang ingin meminta pertolongan bisa mengerti dan paham alasan mengapa kamu belum bisa membantunya.

3. Overthinking? NO!

Salah satu kebiasaan yang sering dialami oleh people pleaser adalah terlalu memikirkan apa dan bagaimana sebenarnya pandangan orang lain terhadap dirinya. Jangan terlalu memikirkan hal-hal tidak penting secara berlebihan.

Misalnya terlalu memikirkan omongan orang lain terhadap diri kamu. Jika hal tersebut dipikirkan terus menerus akan menjadi beban pikiran yang akhirnya bisa membuat kamu jatuh sakit.

Bahkan, hal ini juga mampu membuat kamu memiliki keinginan menyenangkan orang lain secara lebih besar. Jadi, berpikirlah seperlunya dan secukupnya saja.

4. Jangan sering minta maaf!

Ketika kamu berbuat salah, memang hal yang seharusnya dilakukan adalah minta maaf terlebih dahulu. Namun, jangan terlalu sering minta maaf, apalagi untuk hal-hal yang bukan merupakan kesalahanmu.

Ciri people pleaser lainnya yaitu terlalu sering minta maaf. Dengan menghilangkan kebiasaan ini, tentu kamu bisa mengambil langkah lebih maju agar bisa lepas dari peran people pleaser.

5. Beri batasan

Berteman baik dengan siapa saja boleh. Bahkan menjalin hubungan sahabat yang sangat akrab dengan siapa pun itu terserah kamu.

Namun, tetap perlu ada batasan-batasan yang kamu berikan terhadap teman kamu, walaupun itu merupakan orang terdekat kamu. Dengan begitu, kamu dan temanmu bisa tetap saling menghargai, sekalipun kalian sangat akrab.

Jangan sampai apa yang seharusnya menjadi hakmu, malah hilang karena kamu terlalu fokus kepada teman atau sahabat kamu tersebut.

Jadi people pleaser itu memang tidak menyenangkan. Walaupun orang nyaman dengan sikap kamu, namun jika kamu sendiri merasa tidak nyaman, lalu untuk apa semua itu?

Hal yang utama yaitu sayangi diri kamu sendiri, dengan begitu kamu akan bisa memberikan kasih sayang dan perhatian yang lebih maksimal kepada orang lain.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: