banner 468x60

Dinas Pendidikan Bengkayang Janji Renovasi SDN 22 Mini Pengok yang Rusak

  • Bagikan
SDN 22 Mini Pengok, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang
SDN 22 Mini Pengok, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. dok

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Pinus Samsudin berjanji akan merenovasi SDN 22 Mini Pengok, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang yang rusak akibat terbengkalai.

“Kedepannya, sekolah tersebut dapat beroperasi kembali seperti semula. Anak-anak Desa Sahan bisa menuntut ilmu dengan semestinya, tanpa harus pergi jauh melangkahkan kaki ke sekolah induk,” katanya saat dikonfirmasi oleh Insidepontianak, Rabu (4/8/2021).

Saat ini pihaknya telah melakukan rapat internal, menyikapi persoalan yang dikeluhkan masyarakat tersebut. Diakuinya, banyak hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan berdasarkan pemetaan masalah guna mencari solusi terbaik.

“Kami sudah melakukan rapat, dan sudah merancang langkah-langkah penanganan,” ucapnya,

Dengan demikian, pihaknya menagendakan rapat mengundang Kabid Pembinaan SD, Kabid Pembinaan Ketenagaan, Kabid UPT, Dinas Dikbud Kecamatan Seluas dan Kepala Sekolah Induk, serta pejabat pengurus barang Terkait pencatatan asset gedung dan tanah serta sumber anggaran pembangunan tersebut.

“Kita menyikapi gedung SDN 22 Mini Pengok agar dapat berfungsi dan bermanfaat lagi,” ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah orangtua siswa Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Mempertanyakan keberadaan Gedung SD Negeri 22 Pengok Mini.

Pasalnya, sekolah mini tersebut sudah lama tak berfungsi dengan semestinya. Diketahui, saat ini gedung SD Negeri 22 Pengok tersebut, mulai berangsur rusak dan halaman sekitarnya ditumbuhi rumput liar.

Lamli, salah satu orang tua siswa menerangkan, keberadaan SD Mini tersebut, selama ini sangat membantu untuk mempermudah bagi anak-anak setempat, yang tinggalnya jauh dari sekolah.

Seperti yang diketahui, akibat tidak terawatnya dan lama tak difungsikan. Sekolah tersebut kini, sudah ditumbuhi rumput yang panjang dan fasilitas bangunan didalam gedung mulai ikut rusak.

Lamli turut menyesalkan hal ini terjadi. Padahal, dikatakannya, fasilitas bangku dan meja sekolah dibuatnileh orangtua siswa secara swadaya.

Ia mewakili warga sekitar, berharap gedung SDN 22 Pengok ini kembali berfungsi dengan semestinya. Sehingga anak-anak mereka tidak jauh lagi pergi ke sekolah.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: