Satu Keluarga di Desa Solam Raya Ditemukan Tewas di Kebun Sawit, Diduga Korban Pembunuhan

  • Bagikan
Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Solam Raya Sintangdi Desa So
Anggota Polsek Tebelin Sintang melakukan olah TKP penumuan tiga mayat satu keluarga di Desa Solam Raya Sintang, Kamis (5/8/2021). Ketiga mayat itu diduga korban pembunuhan. (Ist).

SINTANG, insidepontianak.com – Warga Dusun Laman Natai, Desa Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang digegerakan dengan penemuan mayat satu keluarga berjumah tiga orang di kebun sawit.

Masing-masing korban bernama Turyati (46), Sugiyono dan seorang anak lima tahun bernama Afsyia Amila Putri. Ketiganya ditemukan tewas mengenaskan berlumur darah. Jasad ketiga korban ditemukan warga terpisah-pisah. Diduga kuat, satu keluarga itu merupakan korban pembunuhan.

Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak melalui Kasubag Humas Iptu Hariyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait temuan tiga mayat satu keluarga tersebut.

“Dugaan sementara bisa seperti itu (pembunuhan). Untuk motifnya apa? saat ini petugas sedang mendalaminya,” kata Iptu Hariyanto kepada insidepontianak.com, Kamis (5/8/2021).

Hariyanto menambahkan, ketiga korban ditemukan terpisah di kebun sawit. Awalnya pada Rabu (4/8/2021) siang, salah satu saksi bernama Paijan lebih dahulu menemukan Turyati.

Nenek dari Afsyia itu  ditemukan dalam posisi tengkurap berlumuran darah. Mendapati kejadian itu, warga yang menumkan panik. Lantas melaporkan kejadian itu ke RT setempat dan Mapolsek Tebelian. Warga setempat pun keger dan rama-ramai ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat jenazah hendak dievakuasi anggota menemukan luka diduga karena benda tajam di bagian kepala, leher serta tangan Turyati,” jelas Hariyanto.

Selanjutnya, warga setempat mencari keberadaan suami dan cucu korban yang juga hilang. Keduanya baru berhasil ditemukan pada Kamis (5/8/2021) pagi. Dua jasad suami dan cucu Turyati pun ditemukan di kebun sawit, tak jauh dari tempat Turyati ditemukan.

“Saat ini petugas sedang berada di TKP untuk mengumpulkan bukti, saksi dan menghimpun keterangan terkait peristiwa tersebut,” ucapnya

Hariayanto berharap, warga yang mengetahui peristiwa tersebut dapat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian guna mengungkap motif kejadian tersebut.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: