Bupati Satono Harap Kapolres Baru Bisa Segera Berkolaborasi Atasi Pandemi

  • Bagikan
Pisah Sambut Kapolres Sambas
SAMBUT - Bupati Sambas, Satono menyambut kedatangan Kapolres Sambas yang baru, AKBP Laba Meliala, Jumat (5/8/2021). (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Bupati Sambas, Satono didampingi Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi dan jajaran Forkopimda, ikuti pisah sambut Kapolres Sambas yang lama, dari AKBP Robertus B Herry Ananto Pratikno kepada Kapolres Sambas yang baru, AKBP Laba Meliala di Aula Kantor Bupati Sambas, Jumat (5/8/2021) pagi.

Di kesempatan itu, Satono berharap, Kapolres baru bisa segera berkolaborasi bersama Pemerintah Kabuaten Sambas dalam membantu menangani masalah pandemi Covid-19 ini. Terlebih, saat ini Sambas masih zona merah, dan tengah menerapkan PPKM Level 4. Sinergisitas dan kolaborasi sangat diperlukan untuk atasi kondisi ini.

Satono menyampaikan, di kepemerintahannya yang masih seumur jagung, tentu perlu dukungan dari semua pihak, termasuk dari Polres Sambas yang kini dipimpin oleh AKBP Laba Meliala, untuk melakukan berbagai pembangunan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sementara, kepada Kapolres lama, AKBP Robertus Herry, Satono sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas segala dedikasi selama bertugas di Kabupaten Sambas. Menurut Satono, AKBP Robertus telah banyak membantunya dalam penanganan Covid-19. Kinerjanya sangat luar biasa.

“Saya merasa sangat terbantu, walaupun baru 50 hari saya dan Wakil Bupati merasakan betul, sepak terjang beliau dalam penanganan Covid-19. Tidak mengenal lelah, siang dan malam, memberikan edukasi yang humanis kepada masyarakat,” katanya.

Atas pengabdian itu, Satono ucapkan terima kasih. Selamat bertugas di tempat yang baru untuk AKBP Sobertus Herry.

“Dan selamat datang Bapak Kapolres Sambas yang baru, AKBP Laba Meliala. Semoga kita selalu bersinergi membangun dan mewujudkan Sambas Berkemajuan,” ucap Satono.

Satono pun berharap Kapolres yang baru bisa segera bekerja bersama melakukan penaganan Covid-19 di Kabupaten Sambas. Terutama dalam pengoptimalan PPKM Level 4. Agar masyarakat patuh, demi memutus rantai penularan baru. Agar situasi zona merah bisa dikendalikan.

“Kita di Sambas ini, adalah perlintasan PMI dari Aruk dan Biawak. Sebagian besar dari mereka bukan warga asli Sambas, ada yang dari NTB, Sulawesi, Pulau Jawa dan luar wilayah lainnya. Ini salah satu sebab angka positif meningkat,” ucapnya,

Kendati demikian kata Satono, kondisi ini menjadi kesempatan terbaik bagi pemerintah khususnya Satgas Covid-19, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Tidak hanya masyarakat Sambas namun seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).

“Kita haru terus optimis dan memberikan prasangka positif terhadap segala situasi yang dihadapi,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: