HUT Kemerdekaan RI ke-76, Anwar: “Merdeka dari Pandemi”

  • Bagikan
Ilustrasi anak-anak yang merayakan kemerdekaan RI
Ilustrasi anak-anak yang merayakan kemerdekaan RI

PONTUANAK, insidepontianak.com– Peringatan HUT RI ke -76 memang tinggal menghitung hari lagi. Hampir tiap tahun perayaan hari jadi bangsa berulang. Namun, tahun ini perayaan diprediksi tidak akan semarak, mengingat situasi pandemi Covid-19 yang masih tinggi penyebarannya.

Meskipun demikian, esensi dan makna kemenangan dari penjajahan tidak sekedar perjuangan semata Saat ini, bangsa dihadapkan dengan penjajahan model baru, yaitu ketakutan akan virus yang menjadi lawan tak kasat mata. Ini menurut Muhammad Anwar Rubei, Dosen Prodi PPKN IKIP Pontianak, berbahaya.

“Momentum kita saat ini harus bengkit dan tangguh dalam menghadapi bencana pandemi Covid 19 saat ini,” katanya ditemui,  Jumat (6/8/2021).

Anwar mengungkapkan, hal terpenting saat ini adalah bagaimana bangsa ini bebas dari pandemi. Pemimpin pun harus bisa meyakinkan rakyatnya, bahwa pandemi akan segera berlalu.

“Kita harus merdeka dari pendemi Covid-19, ” ucapnya.

Ditanya mengenai makna pemasangan bendera, Anwar berujar bahwa setiap warga negara wajib memasang bendera merah putih menjelang kemerdekaan RI.

Hal ini kata dia, sebagai rasa cinta kasih dan sikap hormat yang tinggi kepada pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan RI dan menjaga kedaulatan negara tercinta ini.

Regulasi untuk pemasangan dan pengibaran bendera merah putih secara lengkap dan jelas diatur dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta lagu kebangsaan.

“Dalam UU tersebut diterangkan bahwa bendera negara sang merah putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama, ” terangnya.

Ia mengungkapkan, makna dari pemasangan bendera merah putih adalah bahwasannya untuk menghormati dan menghargai para pejuang/pahlawan yang gugur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.

“Maka sebagai anak bangsa kita harus memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme para pahlawan,” ujarnya.

Makna lain, dengan memasang bendera merah putih, artinya saat ini semua pihak harus turut andil dalam meneruskan semangat perjuangan para pahlawan untuk membangun bangsa ini.

“Agar bisa menjadi bangsa yang berdaulat, tangguh, mandiri hebat dan maju dalam peradaban, ” paparnya.

Makna lainnya, bukan hanya sifatnya yang wajib di pasang menjelang HUT kemerdekaan RI setiap tahunnya, akan tetapi maknanya lebih dari itu.

“Sudahkah dalam diri kita sebagai warga negara mengetahui, memahami, mengerti dan memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, ” paparnya.

Ia pun mengajak semua pihak bisa merefleksi diri sebagai anak bangsa bahwa tanggal 17 Agustus 1945 bukan hanya dimaknai sebagai sebuah peringatan atau acara seremonial saja. (Desi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: