Atlet Angkat Besi Nurul Akmal Dapat Teriakan Body Shaming, Netizen Minta Pelaku Dihukum

  • Bagikan
Nurul Akmal, lifter asal Aceh yang berhasil menempati posisi 5 nomor +87 Olimpiade Tokyo 2020. (Reuters / Edgard Garrido)
Nurul Akmal, lifter asal Aceh yang berhasil menempati posisi 5 nomor +87 Olimpiade Tokyo 2020. (Reuters / Edgard Garrido)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Anda tahu bahwa menghina seseorang lantaran kekurangan fisiknya atau Body Shaming bisa dikenakan sanksi Pasal 310 KUHP dengan ancaman hukumannya 9 bulan lho.

Kejadian ini dialami oleh Nurul Akmal yang berlaga di kejuaraan angkat besi yang baru saja tiba usai berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

Nurul Akmal kekinian menjadi sorotan karena mendapat teriakan “Yang Paling Kurus” dari orang tak dikenal ketika di bandara.

Catatan Suara.com, atlet angkat besi andalan Indonesia ini berlaga di nomer +87kg putri. Ia berhasil menorehkan total angkatan seberat 256kg, dan finish di posisi lima pada Olimpiade Tokyo 2020.

Nurul Akmal bersama dengan sejumlah atlet lain pulang ke tanah air kloter terakhir. Mereka dijamu oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, di VIP Bandara Soekarno Hatta.

Satu per satu para atlet turun menuju VIP Bandara Soekarno Hatta. Para atlet telah disambut oleh serangkaian bunga dan banyak media yang menyorotinya.

Nurul Akmal pun masuk kedalam VIP Bandara Soekarno Hatta, diiringi teriakan riuh terima kasih kepada para pahlawan.

Namun, secara tiba-tiba, ada orang tak dikenal menyeletuk “yang paling kurus”. Mendengar ucapan tersebut, Nurul Akmal lemparkan senyuman ke arah suara tesebut.

Perkataan itu sontak menjadi sorotan. Bahkan, Menpora Zainudin Amali pun menengok ke arah suara tersebut. Perkataan tersebut dikecam oleh banyaknya masyarakat Indonesia setelah viral di media sosial

“Hal memalukan ketika kamu mengejek orang yang berbakat sedangkan kamu tidak mempunyai bakat apa-apa,” kata @ski*****.

“Nurul Akmal dapat perlakuan body shaming saat tiba di Bandara Sukarno-Hatta. Ada yg teriak ‘Yang paling kurus’. Nurul Akmal ini udah berjuang mengharukan nama Indonesia, sementara yang body shaming ini udah ngapain aja coba?,” tukas @maz*****.

Teriakan “yang paling kurus” dinilai berlebihan. Saat para pahlawan sudah berjuang sampai titik darah penghabisan, sesampainya di rumah bukannya dijamu, malah dicemooh.

Bahkan tidak banyak netizen yang meminta kasus ini diusut tuntas siapa pelakunya, agar mendapat efek jera.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: