Pengamat: Pelaku Pembunuhan di Solam Raya Sintang Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

  • Bagikan
Herman Hofi
Pengamat hukum, Herman Hofi Munawar.

SINTANG, insidepontianak.com – Pengamat hukum, Herman Hofi Munawar menyebut, pelaku pembunuhan satu keluarga di Dusun Laman Natai, Desa Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang itu, bisa dijerat pasal pembunuhan berencana.

Sebab, unsur pembunuhan berencana sebagaimana di atur dalam pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dalam perbuatan itu telah terpenuhi. Karana itu, polisi tak perlu gamang menentukan pasal yang akan disangkakan.

“Kalau melihat kronologis yang disampaikan polisi, unsur pembunuhan berencana 340 KUHP sudah masuk. Karena pelaku berencana membunuh dengan membawa parang,” kata Herman Hofi Munawar

Setelah parang dibawa, pelaku berinisial RA itu lantas melancarkan niatnya membunuh korban pertama bernama Sugiono dan cucunya Afsya Amila diperjalanan kebun sawit.

Setelah itu, pelaku kembali merencanakan pembunuhan kepada Turyati yang tak lain istri dari Sugiono.

Korban Turyati dijemput pelaku dengan alasan, cucu korban menangis dan minta dijemput. Padahal korban telah dibunuh. Setelah itu, Turyati dibunuh dan motor korban dikembalikan.

“Ini sudah masuk unsur pembunuhan berencana. Jadi penyidik sebenarnya tak perlu pusing,” terangnya.

Untuk itulah, sangkaan Pasal 340 KUHP tepat diterapkan dalam kasus ini. Sebab, unsur pembunuhan berencana telah terpenuhi. Tak bisa dengan pasal 338 KUHP.

Jika nantinya penyidik menjerat RA  dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, maka ancaman hukumannya seumur hidup, hukuman mati, atau sekurang-kurangnya 20 tahun penjara.

Herman berharap, penyidik dapat transparan menagani kasus ini. Jangan sampai, menyakiti rasa keadilan masyarakat. Jika itu terencana, maka tetapkanlah pasal terencana. Apalagi, pembunuhan ini menimpa satu sekeluarga.

“Tak main-main ini. Jika tidak ada rasa keadilan akan muncul dendam lagi. Untuk itu, penegakan hukum berkeadilan harus dijunjung tinggi,” pungkasnya.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: