Wabup Fahrur Rofi Kecewa Tiga Kadis Tak Hadiri Pelantikan KTNA

  • Bagikan
Wabup Fahrur Rofi
WAWANCARA - Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi diwawancarai usai mengikuti kegiatan pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) masa bakti 2021-2026 di Pendopo Bupati Sambas, Sabtu (7/8/2021). (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi kecewa dengan tiga kepala dinas di Kabupaten Sambas yang tidak hadir dalam acara pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) masa bakti 2021-2026 di Pendopo Bupati Sambas, Sabtu (7/8/2021).

Ketiga kepala dinas itu yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sabib, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag), Musanif, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Zainal Abidin.

“Saya kecewa, Kadis PUPR diundang tidak datang, Kadis Diskumindag diundang tidak datang, Kadis Disnakertrasn juga tidak datang. Padahal semuanya harus bersinergi. Mengurus sektor pertanian ini tidak hanya tugas Dinas Pertanian saja,” ucap Fahrur Rofi saat memberikan sambutan.

Dia menyebut, Dinas PUPR perlu datang untuk memaparkan dan bediskusi dengan petani di KTNA, dalam mengatur normalisi sungai, untuk mendukung lahan pertanian. Jangan sampai PUPR menormalisasi sungai malah membuat lahan pertanian kekurangan air.

“Dinas PUPR misalnya sedang berorientasi normalisasi sungai, memikirkan bagaimana membuang air ke laut supaya tidak banjir, tapi di satu sisi, lahan pertaian malah kering. Makanya saya kecewa sekali mereka diundang tidak datang. Sekarang kita sedang memberi perhatian besar ke sektor pertanian, dan itu butuh sinergi yang berkesinambungan,” katanya.

Kemudian Dinas Kumindag kata Rofi, juga disesalkan tidak datang. Padahal di momen pelantikan KTNA ini, turut membicarakan soal sektor hilir bagaimana menyediakan peluang pasar bagi para petani, seperti rencana pasar induk di Tebas.

Sedangkan Disnakertrans juga punya peran penting di sektor pertanian. Apalagi Pemkab Sambas sudah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan balai pelatihan kerja nasional. Di sana salah satu itemnya adalah sektor pertanian.

“Nanti anak muda dari Sambas akan ikut pelatihan gratis, bahkan diberi uang saku. Sepulangnya dari sana akan bawa sertifikat yang di akui. Artinya ada peran Disnakertrans nantinya. Maka itulah mereka di undang, tapi malah tidak hadir,” pungkasnya.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: