Mumet Tak Bisa Bepergian, Psikolog Ini Sarankan Buat Hawa Liburan di Rumah

  • Bagikan
Ditengah Pandemi liburan terbaik adaalh di rumah bersama keluarga
Ditengah Pandemi liburan terbaik adaalh di rumah bersama keluarga

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kata rileksasi yang paling membantu ketika mumet adalah liburan. Bagi keluarga Indonesia, liburan berarti menghabiskan waktu bersama keluarga.

Namun, gegara pandemi Covid-19, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk berada di rumah saja. Bahkan, organisasi kesehatan dunia atau WHO berserta mayoritas pakar medis tetap mengajurkan untuk membatasi aktivitas di luar rumah, jika tak ada hal yang dirasa penting.

banner 336x280

“Karena anjuran dari WHO dan kita dari bidang kesehatan menganjurkan batasi kegiatan di luar rumah yang tidak perlu,” ujar psikolog keluarga Roslina Verauli saat dihubungi suara.com, belum lama ini.

Menurut Vera, liburan bukanlah tentang berada di dalam atau di luar rumah. Tapi bagaimana saat berlibur melakukan kegiatan yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.

“Jadi kalau kegiatan makan keluarga adalah rutin, itu bukanlah kegiatan yang bisa dipakai untuk liburan,” katanya.

Ia mencontohkan seumpama keluarga tidak pernah melakukan piknik, maka piknik juga bisa jadi liburan. Begitu juga dengan kegiatan masak-masak bersama keluarga, ini akan terasa seperti liburan jika dalam keseharian kegitan itu jarang sekali atau tidak pernah dilakukan.

Kriteria liburan yang selanjutnya menurut Vera adalah, kegiatan itu dipilih oleh anak atau anggota keluarga lainnya, sehingga anggota keluarga diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan.

Meski hanya berada di rumah, jika anak ingin berenang, menonton film bersama, melukis, karaoke atau bertamasya di halaman rumah, sudah masuk dalam kategori sedang berlibur.

“Dengan cara apa mereka akan mengisi liburannya, itu sebabnya perlu ada family meeting, anak sukanya ke mana atau ngapain,” jelas perempuan lulusan S2 Psikologi Universitas Indonesia ini.

Tapi, Vera juga mengingatkan agar orangtua jangan pernah memaksakan anak berlibur ke suatu tempat yang tak diinginkannya.

Itulah pentingnya memberikan pilihan pada anak. Terlebih di masa pandemi ini, berikan pemahaman mengapa tidak boleh sembarang berpergian ke luar rumah, khususnya ke tempat banyak orang berkumpul.

“Mau ngapain mengisi long weekend, anak mau ngapain di rumah atau mau pergi ke apartemen berenang, kita kasih pilihan,” tutupnya.

Komentar
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: