Air Minum Biasa vs Air Oksigen, Mana yang Lebih Bermanfaat?

  • Bagikan
Apa beda air minum biasa dan air oksigen
Apa beda air minum biasa dan air oksigen

PONTIANAK, insidepontianak.com – Oksigen adalah gas yang saat ini banyak menjadi incaran terutama bagi mereka yang terpapar Covid-19. Bagi pasien, serangan sesak nafas yang membutuhkan pemberiaan bantuan oksigen segera.

Tahukan anda bahwa pada dasarnya, oksigen merupakan komponen penting bagi tubuh yang didapat dari udara. Setelah masuk lewat sistem pernapasan, oksigen akan disebarkan ke seluruh tubuh melalui darah.

Oksigen yang dihirup dari udara sekitar sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan oksigen seluruh tubuh. Jadi, apakah perlu asupan oksigen tambahan dari air minum?

Air oksigen adalah jenis air mineral yang telah melewati proses pengolahan sedemikian rupa, yang ditambahkan oksigen. Berbeda dengan air biasa, air ini memiliki struktur molekul oksigen lebih banyak.

Namun, sampai saat ini belum ada bukti klinis yang menyebutkan secara khusus mengenai perbedaan antara air minum biasa dengan air beroksigen.

Lalu bagaimana dengan produk air mineral beroksigen yang menyematkan tambahan komposisi di dalamnya, seperti vitamin atau oksigen? Perlu diingat bahwa sebuah produk dengan komposisi tambahan belum tentu baik bagi tubuh. Tetapi, hal itu belum tentu juga merugikan.

Jadi, boleh saja dikonsumsi jika kamu ingin minum produk air beroksigen. Namun jangan berharap kalau produk tersebut memberikan hasil yang berbeda dari air mineral, karena pada dasarnya hasilnya sama saja.

Mengutip Suara.com, untuk membuktikan manfaat yang terkandung dalam air beroksigen, sebuah penelitian dilakukan di Jerman. Dalam penelitian tersebut, responden dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama diberikan air oksigen, sedangkan kelompok kedua diberikan air mineral biasa.

Setelah 28 hari, peneliti melakukan pemeriksaan menyeluruh, untuk menilai apakah ada peningkatan daya tahan tubuh dan fungsi hati pada orang-orang yang mengonsumsi air oksigen.

Hasilnya, para peneliti tidak menemukan perbedaan peningkatan yang signifikan pada kedua kelompok tersebut. Untuk memperkuat hasil temuan, penelitian lain juga dilakukan di Amerika Serikat.

Kali ini, para peneliti menggunakan 2 kelompok atlet lari sebagai responden. Kelompok pertama diberikan air oksigen dan kelompok kedua diberikan air mineral biasa.

Setelah para atlet menyelesaikan latihan dengan berlari sejauh 5 kilometer, peneliti melakukan pengkajian terhadap performa dan kandungan asam laktat dalam darah.

Hasilnya, kelompok yang mendapatkan air oksigen memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan atlet yang minum air mineral biasa. Namun, para peneliti tidak dapat menemukan perbedaan performa yang signifikan pada kedua kelompok tersebut.

Dari kedua penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa manfaat air oksigen untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau menjaga fungsi organ masih belum dapat dibuktikan.

Meski demikian, tak ada salahnya jika kamu ingin mengonsumsi air oksigen dalam kehidupan sehari-hari. Sebab pada dasarnya air oksigen sama dengan air mineral biasa, hanya saja diberi tambahan kandungan oksigen.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: