Buru Bajak Laut, Polairud Polda Kalbar Tingkatkan Patroli di Kepulauan Karimata

  • Bagikan
Ilustrasi Bajak Laut
Ilustrasi Bajak Laut. (Shutterstock/Suara.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktur Polairud Polda Kalbar, Kombes Pol Benyamin Sapta memastikan, jajarannya akan meningkatkan patroli di kawasan Kepulauan Karimata, menyusul kembali maraknya kejahatan perompak atau bajak laut yang meresahkan nelayan di pulau itu.

Untuk memburu para perompak itu, Dipolairut Polda Kalbar akan berkordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk berkordinasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk mengumpulkan informasi. Agar petunjuk-petunjuk soal perompak itu bisa diungkap, dan para bajak laut itu bisa segera ditangkap.

Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terbaru adanya korban perompak di kepulauan Karimata. Meski demikian, penyelidikan terus dilakukan.

“Kita akan lakukan lidik terhadap info ini. Anggota akan berkordinasi dengan HNSI,” kata Benyamin Sapta, kepada insidepontianak.com, Senin (9/8/2021).

Selain itu, Benyamin juga menyampaikan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan Polres Kayong Utara untuk menindaklanjuti masalah perompak tersebut. Personel Polairud Polda Kalbar sudah digeser ke dua kapal patroli di wilayah perbatasan Kepulauan Karimata.

“Berdasarkan keterangan korban, ciri-ciri kapal sudah dikantogi. Kita juga sudah buat surat ke Polda yang berbatasan dengan Kalbar seperti Kepri dan Babel untuk sama-sama meningkatkan patroli perairan perbatasan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalbar, Sigit Sugiardi mengatakan, prompak di Kepulauan Karimata kembali meresahkan nelayan yang sedang menangkap ikan.

Sebelumnya, perompak itu sempat menghilang karena aparat meningkatkan patroli di Kepulauan Karimata. Namun, setelah patoroli dikurangi, perompak muncul lagi meneror nelayan.

Mereka beraksi menggunakan senjata api menakuti nelayan. Nelayan yang berhasil mereka kejar, dirampas harta bendanya. Termasuk bahan bakar kapal pun diambil. Para bajak laut ini, diduga bukan berasal dari daerah Kalbar.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: