Ancam Orang dengan Parang, Seorang Pedagang Durian di Siantan Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Pedagang Durian Ditangkap Polisi
MS, pedagang durian ditangkap polisi karena mengancam seorang warga pakai parang karena tak terima izin lapak jualannya dipertanyakan. (Ist).

PONTIANAK, insidepontianak.com – MS harus berhadapan dengan hukum akibat kelakuannya yang sok jago. Pedagang durian warga Siantan Tengah ini, marah dan ancam bunuh seorang warga dengan parang, karena tak terima izin lapaknya di depan sebuah rumah makan dipertanyakan.

Akibatnya, orang yang diancam senjata tajam itu melapor ke polisi. Alahasil, masalah itu pun berbuntut panjang. MS harus berurusan dengan polisi. Bahkan, kini dia ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatnnya.

banner 336x280

Pascaditangkap, MS baru mengaku menyesali perbuatannya. Penyesalan itu sudah tak berguna. Ibarat nasi sudah jadi bubur. Masalah hukum sudah kadung berjalan. Moga-moga pelapor berbaik hati. Mau berdamai. Jika tidak, MS harus terima mendekam di jeruji.

Kasat Reskrim Polres Pontianak Kota, AKP Rully Robinson Poli mengatakan, MS ditangkap anggotnya pada Minggu kemarin. Penangkapan itu dilakukan berdasarkan laporan korban yang merasa terancam jiwanya.

“Saat itu, korban menanyakan izin (lapak) pelaku berjualan (durian). Namun pelaku langsung marah,” kata AKP Rully, Selasa (10/8/2021).

Lantas si MS ini, bergegas mengambil sebilah parang. Mengacungkan sajam kepada korban dan mengancam menghabisi nyawa korban karena tak terima izin lapak jualan duriannya dipertanyakan.

Ancaman itu membuat korban ketakutan. Korban cepat-cepat pergi. MS meneriakinya. Mengancam akan membunuhnya esok hari jika bertemu.

“Awas kau jumpe aku besok ya, besok ketemu aku bisa penggal kau,” ucap Rully meniruan ancaman MS terhadap korban.

Korban semakin takut. Akhirnya dia memutuskan melaporkan MS ke Polisi, karana khawatir ancaman itu benar-benar terjadi.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil kita tangkap di rumahnya,” jelas Rully.

Saat ini, MS telah mendekam di jeruji tahanan Mapolres Pontianak Kota. Dia telah ditetapkan tersangka. Dijerat Pasal 335 KUHP, tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

“Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” jelas Rully.

Komentar
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: