Usmandy: Tahun Baru Islam Merupakan Refleksi Menuju Perubahan Lebih Baik

  • Bagikan
Ketua DPD II Partai Golkar Sintang, H. Usmandy, MSi
Ketua DPD II Partai Golkar Sintang, H. Usmandy, MSi

SINTANG, insidepontianak.com – Anggota DPRD Kalbar dari Fraksi Partai Golkar, Usmandy menyatakan, tahun baru Islam, 1 Muharram 1443 Hijriah, merupakan refleksi menuju perubahan yang lebih baik. Usmandy menyatakan hal itu, ketika diwawancara melalui telepon dengan Insidepontianak.com, Selasa (10/8/2021).

“Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, kesabaran kita benar-benar diuji. Kita harus taat menjalankan protokol kesehatan, supaya tetap bisa bertahan dimasa pandemi, dan pandemi ini, semoga segera berakhir,” kata Usmandy, Anggota DPRD Kalbar, Dapil Kalbar 7 (Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu).

Usmandy menyatakan, Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Membawa nilai kebajikan bagi umat manusia. Membawa nilai perdamaian. Nilai-nilai yang terkandung dalam agama Islam, sangat kontekstual dan berlaku universal, dulu dan sekarang.

“Hal itu karena Islam membawa nilai-nilai kebajikan. Menanamkan sikap toleransi dalam hubungan antar sesama manusia,” kata Usmandy, Ketua DPD II Partai Golkar Sintang.

Usmandy menuturkan, karena nilai-nilai dalam Islam itulah, hubungan antar manusia menjadi suatu relasi yang menjadi perhatian. Tak heran bila, dalam menjalani suatu kehidupan, nilai-nilai keislaman itu mesti melekat, dan menjadi dasar bagi pemeluknya, agar keharmonisan hidup tetap terjalin.

“Ketika kita menjalankan nilai-nilai hidup itu sesuai dengan ajaran yang kita anut, Islam, maka kehidupan yang lebih baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat, tetap dapat terjalin dengan baik,” kata Usmandy.

Artinya, setiap tahun baru dalam kalender penanggalan Islam, diharapkan tata nilai dan relasi sosial dengan setiap umat manusia, menjadi lebih baik. “Itulah semangat yang harus terus kita jaga, dalam menyambut setiap tahun baru Islam,” kata Usmandy.

Sebagaimana kita ketahui, tahun baru Islam diperingati sebagai momen hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Proses hijrah itu menegaskan bahwa, kemunculan agama Islam harus diketahui lebih luas di tengah masyarakat. Artinya, Islam disebarkan secara lebih terbuka kepada masyarakat.

Makna hijrah juga menandai bahwa, perjuangan menyebarkan Islam itu dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh Nabi Muhammad dan para Sahabat Nabi, sehingga agama Islam bisa menyebar dan dianut sebagai salah satu agama terbesar, hingga seperti sekarang ini.

Selain itu, tentu saja adanya tahun baru Islam, merupakan sarana untuk berefleksi dan melihat, apa yang sudah diperbuat hingga setahun lamanya. (ril)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: