76 Tahun Merdeka: 20 KK di Desa Melayang Rindu Rumah Terang, Masih Andalkan Pelita dan Genset

  • Bagikan
Salah seorang warga Dusun Melayang, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Dominikus. Rabu (11/8/2021).

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan, khususnya di Dusun Melayang, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, sangat rindu listrik PLN masuk kampungnya. Hampir memasuki usia ke – 76 tahun, Indonesia Merdeka. Namun, warga di sana hanya mengandalkan penerangan listrik alternatif seadanya.

Dominikus, warga Melayang mengatakan, Dusun Melayan salah satu dusun terletak di wilayah batas negara RI-Malaysia. Lebih dari 20 kepala keluarga (KK) yang tinggal di wilayah tersebut.

Sejak negara belum merdeka, warga mayoritas etnis Dayak itu belum pernah merasakan terangnya lampu listrik dari instansi terkait.

“Masyarakat setempat sangat merindukan aliran listrik PLN. Sebab 76 tahun sudah merdeka. Kami belum merasakannya,” pungkasnya penuh harap, Rabu (11/8/2021).

Kepala Dusun Melayang, Antonius mengungkapkan, listrik menjadi masalah utama bagi sejumlah masyarakat di Kabupaten Bengkayang. Terutama mereka yang hidup di daerah pedalaman saat ini.

Ia berharap, daerah pedalaman bisa mendapatkan layanan penerangan. Sama seperti daerah lain di Kabupaten Bengkayang.

“Karena tidak adanya PLN, warga terpaksa hidup dengan penerangan dari pelita. Biasanya menggunakan mesin genset milik pribadi mereka,” ucapnya.

Dalam satu bulan, sebagian masyarakat harus mengeluarkan biaya labih dari satu juta rupiah. Biaya itu untuk membeli bahan bakar. Sekedar penerangan ala kadarnya, yang penting rumah mereka terang.

Kepala Dusun Melayang ini hanya ingin, di momen kemerdekaan pemerintah segera memberikan perhatian lebih. Berharap merealisasikan aliran listrik bagi daerah yang belum pernah merasakan penerangan.

Perlu diketahui, di Dusun Melayang ini terdapat objek wisata unggulan untuk Kabupaten Bengkayang, seperti Riam Berawan. Memiliki pesona keindahan menakjubkan kala mata memandang. Sangat disayangkan dibalik itu. Ada kesedihan masyarakat yang masih merindukan aliran listrik.

Sebelumya, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis mengungkapkan, pada tahun 2021, Kabupaten Bengkayang mendapatkan jatah 15 desa yang akan dialiri listrik. Dari 70 desa yang didapatkan Kalbar atas usulan kepada pihak PLN Pusat.

Darwis menuturkan, keberhasilan Kalbar dalam mengupayakan pengadaan listrik agar Kalbar terang, dan Bengkayang terang. Tak luput dari peranan koordinasi antara Gubernur, Bupati dan dibantu oleh rekan-rekan anggota DPR RI Komisi VI.

“Semula ada 26 desa belum teraliri listrik. Kini tinggal 11 desa lagi yang belum teraliri listrik. Untuk desa yang belum dapat jatah. Akan kita upayakan serta usulkan kembali,”pesannya.

Darwis mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap bersabar. Sebab, di masa kepemimpinannya belum genap enam bulan. Pihaknya sudah mengupayakan 15 desa untuk dialiri listrik, yang tersebar di beberapa kecamatan.

Dirinya optimis, dimasa kepemimpinan berakhir, upaya pemkab dalam mewujudkan “Bengkayang Terang” dapat terealisasi. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: