Korban Oksigen Meledak Alami Luka Robek dan Patah di Pergelangan Tangan

  • Bagikan
Kadinkes Kalbar, Harisson
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson memantau kondisi korban tabung oksigen meledak yang dirawat di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Kamis (12/8/2021). (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harisson mengatakan, pekerja PT Baja Sarana yang menjadi korban ledakan tabung gas oksigen mengalami luka robek kening dan patah di pergelangan tangan kanan. Saat ini, korban yang bernama Yohanes itu telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Antonius Pontianak untuk dilakukan operasi.

“Pengisi oksigen yang mengalami kecelakaan kerja ini sudah dibawa ke IGD Rumah Sakit Antonius untuk dilakukan operasi karena fraktur atau patah di pergelangan tangan,”kata Harisson, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, kecelakan itu bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena tabung oksigen digunakan tidak standar. Bisa juga penyebab ledakan karena keran yang tidak kuat.

“Saat kita megisi keran atau selang lepas sehinga menghantam tubuh atau wajah orang yang mengisi. Bisa saja tabung gas tidak standar seperti kejadian tadi pagi, pada saat diisi tabung jebol,” kata dia.

Akibat insiden itu, korban bernama Yohanes mengalami luka robek dibagian kening dan patah di pergelangan tangan kanan.

“Dia sudah dibawa IGD dan akan segera dioperasi untuk fraktur atau patah dibagian kanan,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: