Warga Surabaya Sulap Perabot Bekas Jadi Robot Delta, Pengantar Makan untuk Pasien Isoman

  • Bagikan
Warga Surabaya, Jawa Timur, membuat robot yang terbuat dari sejumlah barang rumah tangga untuk membantu pasien positif covid-19 yang sedang isolasi mandiri. [ABC]
Warga Surabaya, Jawa Timur, membuat robot yang terbuat dari sejumlah barang rumah tangga untuk membantu pasien positif covid-19 yang sedang isolasi mandiri. [ABC]

PONTIANAK, insidepontianak.com – Indonesia bukannya tak miliki teknologi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. SDM berbakat tak hanya kalangan dengan latar belakang pendidikan tapi juga warga bisa bisa membuat temuan.

Seperti robot buatan sendiri yang dirancang warga desa Surabaya dan ilmuwan Indonesia. Robot itu bisa bermanfaat membawa makanan serta kebutuhan penduduk setempat yang melakukan isolasi mandiri (isoman) akibat terinfeksi Covid-19.

Robot ini terakit dari barang-barang elektronik, perabot rumah tangga bekas, seperti panci, wajan, dan monitor televisi tua, dinamai “robot Delta”.

Kreativitas warga desa ini, menjadi sorotan media asing, dilansir Suara.com, Kamis (12/8/2021).

“Saya memutuskan mengubah robot menjadi salah satu yang digunakan untuk layanan publik seperti penyemprotan disinfektan, mengantarkan makanan dan memenuhi kebutuhan warga yang melakukan isolasi mandiri,” kata Aseyanto (53), seorang pemimpin lingkungan yang mengepalai proyek tersebut.

Kepala robot terbuat dari penanak nasi dan dioperasikan dengan remote control dengan daya tahan baterai 12 jam.

Ini adalah salah satu dari beberapa robot yang dibuat di desa Tembok Gede, Surabaya, yang telah memenangkan reputasi untuk penggunaan teknologi secara kreatif.

Setelah menyusuri jalan menuju rumah seorang warga yang isoman, robot mengeluarkan pesan “assalamu’alaikum” (Assalamu’alaikum), diikuti dengan “A delivery here. Semoga segera sembuh.”

“Robot Delta ini sangat sederhana…. Saat kami membuat ini, kami murni menggunakan bahan-bahan di lingkungan kami,” kata Aseyanto, yang hanya menggunakan satu nama.

Ini jauh dari robot yang digunakan di perhotelan dan untuk perawatan di Jepang dan di tempat lain, beberapa di antaranya telah diadaptasi untuk membantu mengatasi pandemi.

“Untuk alasnya, kami menggunakan sasis mobil mainan bekas,” kata anggota tim lainnya, dosen teknik Benazir Imam Arif Muttaqin.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: