banner 468x60

Pemkab Landak Matangkan Pelaksanaan Vaksinasi Moderna untuk Ibu Hamil

  • Bagikan
Bupati Karolin
RAKOR - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa memimpin rapat koordinasi secara virtual mematangkan rencana pelaksanaan vaksinasi untuk ibu hamil, ibu menyusui dan vaksinasi untuk masyarakat yang memiliki penyakit beresiko dengan vaksin Moderna, Jumat (20/8/2021). Prokopim Pemkab Landak)

LANDAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Landak terus mematangkan persiapan pemberian vaksinasi ibu hamil, atau ibu menyusui serta vaksinasi untuk masyarakat yang memiliki penyakit berisiko dengan penyuntikan vaksin Moderna.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa, mengumpulkan seluruh dokter spesialis kandungan dan kepala Puskesmas membahas rencana vaksinasi Moderna tersebut, melalui rapat virtual, Jumat (20/08/21).

Dalam arahannya, Bupati Karolin meminta kepala Puskesmas segera melakukan persiapan vaksinasi dengan vaksin jenis Moderna, untuk ibu hamil dan warga yang memiliki penyakit beresiko.

“Tolong siapkan segera. Hubungi para bidan desa untuk menyiapkan ibu hamil yang akan kita vaksin menggunakan vaksin Moderna. Ini prioritas ibu hamil,” pesan Buati Karolin dalam rapat virtual itu.

Di juga menyampaikan, vaksin Moderna ini juga akan disuntikkan kepada masyarakat yang memiliki penyakit beresiko. Seperti obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus.

“Justru dengan adanya komorbid maka mereka harus menjadi prioritas,” tegas Karolin.

Puskesmas diminta segera membuat jadwal vaksinasi tersebut. Libatkan seluruh pihak. Supaya pelaksanaan vaksinasi vaksin Moderna untuk ibu hamil, ibu menyusui dan untuk masyarakat yang memiliki penyakit berisiko, bisa dilaksanakan dengan cepat. Sebagaimana arahan pemerintah pusat.

“Supaya pelaksanaanya berjalan baik dan sukses, maka kita harus mengajak seluruh pihak untuk terlibat seperti TNI, Polri, Camat dan Kepala Desa,” pesannya.

Dokter spesialis kandungan, Susi Herawati, menjelaskan, ibu hamil yang diperbolehkan menerima vaksinasi Moderna ini, adalah mereka yang memiliki usia kandungan di atas 12 minggu dan paling lambat 33 minggu.

“Kenapa tidak lebih 33 minggu? dengan harapan setelah melahirkan maka bayinya dapat antibodi dari ibunya. Nah kenapa harus dilakukan setelah 12 minggu? supaya proses organogenesis atau proses pembentukan organ atau alat tubuh sudah selesai,” terang Susi Herawati.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: