banner 468x60

Tingkatkan Keandalan Pasokan Listrik, PLN Pontianak Lakukan Optimalisasi Aset Kelistrikan

  • Bagikan
Petugas PLN Pontianak Lakukan Pemeliharaan Jaringan
PEMELIHARAAN - Petugas PLN Pontianak melakukan pemeliharaan aset jaringan. Kegiatan rutin itu sebagi upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik, agar tak terjadi pemadaman. (Dok. PLN)

PONTIANAK, insidepontianak.com
Guna menjaga kualitas keandalan dan keselamatan penyaluran energi listrik, PLN UP3 Pontianak melakukan optimalisasi aset-aset kelistrikan melalui program Care for Asset. Dengan cara, turun langsung ke lapangan secara berkala untuk memeriksa seluruh aset yang dimiliki.

Manajer PLN UP3 Pontianak, Didi Kurniawan Abuhari, menyebut, pihaknya mengelola aset kelistrikan berupa, 4.480 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 583.803 kVA, Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 3.725, 20 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 6.331,82 kms, termasuk 69.205 batang tiang JTM, dan 56.772 batang tiang JTR.

“Program Care for Asset ini harus dilaksanakan oleh seluruh unit-unit layanan. Aset kelistrikan sangat penting untuk dijaga dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami. Harus dapat dipastikan aset tersebut terjaga dan terpelihara dengan baik. Salah satu tujuannya adalah, untuk meningkatkan keandalan dan keamanan penyaluran energi listrik ke pelanggan,” kata Didi.

Menurutnya, seluruh unsur manajemen sampai di level unit layanan, wajib melihat langsung serta memeriksa aset-aset milik PLN. Sehingga dapat mengetahui secara riil kondisi di lapangan.

Melalui kunjungan rutin terhadap aset mulai dari gardu distribusi, peralatan dan jaringan distribusi, maka, petugas PLN dapat melihat dan memeriksa aset serta menindaklanjuti hasil pengamatan terhadap aset tersebut, berupa pemeliharaan preventif terhadap aset yang tidak sesuai standar atau berpotensi menimbulkan gangguan terhadap suplai listrik ke pelanggan.

“Kami berharap, setiap aset dapat beroperasi secara maksimal. Sehingga dapat berkontribusi sepenuhnya dalam melayani kebutuhan listrik pelanggan, serta berupaya menurunkan potensi terjadinya gangguan yang dapat mengakibatkan pemadaman,” tutup Didi.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: