Perempuan Afghanistan Melahirkan di Pesawat Evakuasi Amerika Serikat

  • Bagikan
Perempuan Afghanistan melahirkan di pesawat evakuasi. [Twitter/@AirMobilityCmd]
Perempuan Afghanistan melahirkan di pesawat evakuasi. [Twitter/@AirMobilityCmd]

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ada kisah menarik dari pengungsi Afghanistan yang dievakuasi menggunakan pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).

Angkatan Udara AS mengatakan, ada perempuan Afghanistan melahirkan dalam perjalanan ke Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.

Personel medis naik ke pesawat setelah mendarat dan melahirkan bayi di ruang kargo pesawat.

Baik bayi dan ibu dikatakan dalam kondisi baik di fasilitas medis terdekat.

Pada satu titik dalam perjalanan, perempuan hamil itu mulai mengalami “komplikasi”, tulis dalam sebuah cuitan di Twitter.

Pilot harus turun tangan meningkatkan tekanan udara di pesawat, yang membantu menstabilkan dan menyelamatkan nyawa ibu.

Seperti diketahui, ribuan warga Afghanistan berada di luar bandara internasional di ibu kota, Kabul, beberapa hari setelah Taliban menguasai kota itu.

Mereka rela menunggu dalam panas terik dan kerumunan orang untuk kesempatan melarikan diri dari negara itu.

Pasukan AS saat ini mengendalikan bandara. Sekitar 17.000 orang sejauh ini telah diterbangkan dari lokasi itu oleh militer AS, kata Gedung Putih pada Sabtu.

Presiden AS Joe Biden telah menetapkan batas waktu 31 Agustus untuk penarikan semua pasukan AS dari negara itu.

Namun, beberapa negara sedang mencari perpanjangan tenggat waktu ini untuk membantu mengevakuasi warga mereka dan warga Afghanistan yang bertugas di badan-badan Barat dengan aman.

Dikhawatirkan mereka menghadapi risiko pembalasan Taliban.

“Mereka ingin mengevakuasi 60.000 orang antara sekarang dan akhir bulan ini. Secara matematis tidak mungkin,” kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell kepada kantor berita AFP, dilansir dari BBC, dikutip Suara.com, Senin (23/8/2021).

Taliban menyalahkan AS atas kekacauan di bandara.

“Amerika, dengan segala kekuatan dan fasilitasnya… telah gagal menertibkan bandara. Ada kedamaian dan ketenangan di seluruh negeri, tetapi kekacauan hanya ada di bandara Kabul,” kata pejabat Taliban Amir Khan Mutaqi.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: