Menko Luhut Pesimis Indonesia Capai Herd Immunity dengan Adanya Varian Delta

  • Bagikan
Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Maritim dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Darurat Provinsi Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan. (Tangkapan layar/Youtube Sekretariat Presiden/Suara.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pesimis Indonesia bisa mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity dengan adanya kehadiran varian delta Covid-19.

Alasannya kata Luhut, telah dibuktikan oleh penilitian para epidomolog UGM maupun Universitas Airlangga.

“Memang kita menghadapi satu varian delta yang tidak memungkinkan kita mencapai herd immunity. Ini sudah dirumuskan tim, ahli epidemiologi dari UGM maupun Unair,” ujar Luhut, dilansir dari Suar.com, Selasa (24/8/2021).

Luhut menjelaskan, angka reproduksi atau penularan dari varian delta hingga delapan kali. Selain itu, dengan efikasi vaksin yang hanya 60 persen, dipercaya tidak mampu menahan laju penularan dari varian delta.

“Tidak mungkin kita capai karena semua vaksin yang ada angka efektivitas atau efikasinya 60 persen. Mau Pfizer atau apa, tidak ada yang bisa tahan,” ucapnya.

Namun demikian, Wakil Ketua KPCPEN ini tak patah semangat dalam pengendalian penularan Covid-19. Ia menjamin pemerintah fokus melakukan penanganan dan penanggulangan. Pemerintah tak lagi mengejar herd Immunity.

Tetapi, akan mengendalikan Covid-19 lewat 3M dan 3T, yang kemudian bisa mencegah kontak dan memutus penyebaran Covid-19.

“Dan kemudian mengurangi durasi kontak, kemudian ini wabah yang terkendali dengan reproduksi di bawah 1. Ini target kita dengan testing tracing yang tinggi. Testing tracing tinggi ini kita akan dapat karena kita tersambung ke pedulilindungi,” ucap dia.

Luhut pun meminta kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kami menargetkan pada oktober ini atau lebih awal bisa lebih terkendali dengan penerapan peduli lindungi, vaksinasi jalan, testing tracing jalan, dan pakai prokes ketat,” pungkas Luhut.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: