banner 468x60

Hingga Agustus 2021, Kejati Kalbar Sudah Tangkap Delapan Terpidana Buron

  • Bagikan
Kajati Kalbar, Masyhudi
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Masyhudi. (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Masyhudi memastikan, tak ada tempat yang aman bagi pelaku tindak pidana kejahatan. Sebab, cepat atau lambat, mereka pasti tertangkap.

Seperti Heronimus Tiro, terpidana korupsi bantuan hibah pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran di Akademi Keuangan dan Perbankan, Graha Artha Khatulistiwa (AKUB-GAK) Pontianak Tahun 2010 yang buron sealam delapan tahun, dan akhirnya juga diringkus.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Masyhudi mengatakan, terpidana Heronimus Tiro merupakan salah satu dari tiga tersangka korupsi dana hibah pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran di Akademi Keuangan dan Perbankan, Graha Artha Khatulistiwa (AKUB-GAK) Pontianak Tahun 2010 yang merugikan negara sebanyak Rp75 juta.

Kasus ini sebelumnya ditangani Polres Pontianak Kota, hingga berkekuatan hukum tetap dengan putusan Mahkamah Agung. Tersangka divonis pidana satu tahun dan denda Rp75 juta dan uang pengganti.

“Saat akan dilakukan eksekusi dia melarikan diri,” ucap Masyhudi, Sabtu (28/8/2021).

Pascamelarikan diri, Heronimus pun diburu. Hingga akhirnya tim Tangkap Buronan (Tabur) mengetahui keberadaan di Sambas setalah delapan tahun menghilang. Ia bekerja sebagai HRD perusahaan sawit PT Wirata Daya Bangun Persada setahun ini. Selanjutnya, pelaku pun ditangkap.

Terpidana Heronimus adalah contoh. Pelaku kejahatan yang buron cepat atau lambat pasti ditangkap. Sebab itu, Masyhudi mengingatkan, terpidana buron yang masih berkeliaran sebaiknya menyerahkan diri.

“Tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan buron. Pasti mereka tertangkap. Ini tinggal menunggu waktu saja,” tegas Masyhudi.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: