banner 468x60

Pesan dari Demokrat Selamatkan UMKM dari Pandemi

  • Bagikan
Usaha Cuci Motor Dibantu Demokrat
BUKA - Usaha cuci motor milik Ibrahim yang berlokasi di Jalan Raya Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya buka kembali, setelah mendapat bantuan dana segar dari DPC Partai Demokrat Kubu Raya. Sebelumnya, tempat cuci motor Ibrahim sempat tutup karena sepi akibat pandemi. (Ist)

Menyelamatkan ekonomi rakyat yang terdampak pandemi, harus dilakukan bersama-sama. Semangat gotong royong jadi kunci untuk bangkit dari keterpurukan. Setidaknya, itu lah yang dilakukan seluruh kader Demokrat di Kalimantan Barat. Mereka bahu-membahu menyumbang dana untuk menopang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar tetap bertahan di masa pandemi.

Ibrahim (41) ingat betul, begitu pandemi melanda. Ia mendadak putus asa. Bagaimana tidak? usaha cuci motor dan mobil yang sudah berjalan tujuh tahun, gulung tikar. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) praktis melumpuhkan  usahanya.

Pelanggan Ibrahim sepi. Kondisi keuangan Ibrahim morat-marit. Selama itu pula, ia sama sekali tak pernah mendapat bantuan pemerintah.

“Sejak itu, saya kerja serabutan. Mulai menjadi kuli bangunan dan bercocok tanam di rumah. Semuanya saya terpaksa kerjakan. Agar bisa bertahan hidup selama pandemi,” kata Ibrahim lirih, kepada insidepontianak.com, Jumat (27/8/2021).

Beruntung, kondisi itu tidak berlangsung lama. Awal November 2020, seorang anggota DPRD Kubu Raya, dan juga Ketua Demokrat Kubu Raya, Ir Usman mendatangi Ibrahim. Ia mendapat bantuan dana Rp3,5 juta. Untuk melanjutkan usaha yang tadinya tutup.  Modal itu, sebagian dipakai untuk memperbaiki peralatan rusak.

“Alhamdulillah, usaha saya sampai hari ini jalan lagi. Ini berkat perhatian Partai Demokrat. Jika tak ada bantuan dari Demokrat, mungkin usaha saya tutup,” tambah Ibrahim.

Sekarang, Ibrahim tak lagi kerja serabutan. Usaha cuci motor di Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, kini sudah ramai didatangi pelanggan.

Hadirnya kader Demokrat turun langsung ke akar rumput, membantu pelaku usaha terdampak pandemi, sebenarnya datang dari instruksi dari Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Instruksi itu memerintahkan seluruh kader di tiap Daerah Pemilihan (Dapil) harus membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Bagi Demokrat, pertolongan terhadap pelaku UMKM menjadi sangat relevan. Sebab, sektor ini berperan besar menyediakan lapangan kerja.

Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Muhammad Isa menegaskan, Partai Demokrat tak ingin dampak Covid-19 membuat ekonomi masyarakat luluh lantak. Sebagai wakil rakyat di DPRD, Fraksi Demokrat terus mendorong pemerintah bekerja maksimal membangun kembali UMKM yang terdampak PPKM. Dengan memprioritaskan penyaluran bantuan kepada masyarakat dan UMKM. Tujuannya, agar daya beli dan daya tahan UMKM bisa terjaga.

“Pemerintah kita minta menunda pembangunan gedung. Namun prioritaskan stimulus kepada masyarakat dan pelaku UMKM,” kata Muhammad Isa, kepada insidepontianak.com, Kamis (26/8/2021).

Kader Demokrat Serahkan Bantuan untuk UMKM
BANTUAN – Anggota DPRD Kalbar, Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Isa menyerahkan bantuan kepada salah satu pelaku UMKM binaan Partai Demokrat di Kabuaten Sambas. (Ist)

Komitmen Bersama

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan, saat ini, sekitar 70 persen, pembangunan ekonomi, justru disumbangkan oleh sektor UMKM. Hal ini mengacu pada data Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Barat. Data itu memperlihatkan, dalam dua tahun terakhir, jumlah pelaku usaha mikro di Kalbar naik tajam.

Misalnya, pada 2019. Di tahun ini, tercatat 54 ribu pelaku usaha mikro tumbuh. Sedangkan di 2020, bertambah menjadi 94 ribu pelaku usaha. Namun, akibat kebijakan PPKM, pelaku usa mikro tersebut tak bisa bergerak.

Zulkarnaen misalnya. Owner Raza Cafe, di Jalan Ampera, Kecamatan Pontianak Kota mengaku selama pandemi, omzet turun drastis. Lantaran pengunjung sepi. Ia bahkan terpaksa merumahkan 12 orang karyawan.

Sekretaris Asosiasi Warung Kopi (Awakpon) Kota Pontianak, Yudhiansyah menyebut, sejak pandemi, ia sudah gamang melanjutkan usaha. Bagaimana tidak? pemilik usaha Juragan Kopi ini, merasakan betul omzet turun drastis. Bahkan, nyaris tak ada pemasukan saat PPKM Darurat diberlakukan. Sementara, pengeluaran tak berhenti.

Di masa pandemi ini, sehari ia hanya mampu mengumpulkan pendapatan Rp 200 ribu. Itu pun kotor. Padahal hari normal, omzet Rp1 juta sudah bisa masuk kocek.

“Itu belum biaya wifi, listrik, sewa ruko dan gaji karyawan,” keluh Yudhiansyah.

Warung Kelontong Penerima Bantuan Demokrat
WARUNG – Warung kelontong milik salah satu warga di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dapat hidup kembali usai mendapatkan bantuan dari anggota DPRD Kalbar Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Isa. (Ist)

Bergerak Bersama

Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak, M Fahmi mendorong, semua anak bangsa bergerak bersama membantu pemerintah memulihkan ekonomi yang tumbang dihantam pandemi. Semua harus membantu, bagaimana pelaku usaha di Kalbar bisa selamat dan tetap tumbuh.

“Partai politik dan pemerintah misalnya, harus bisa berkolaborasi menyelamatkan mereka,” kata Fahmi, Rabu (25/8/2021).

Untuk itu, penanganan kesehatan dan ekonomi harus selaras. Agar ekonomi rakyat bisa diselamatkan. Satu di antaranya, menyelamatkan ekonomi masyarakat dengan memberikan stimulus bagi masyarakat dan UMKM.

Misalnya, mendorong bantuan sosial kepada masyarakat dan stimulus ekonomi bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) harus dijamin, dan tepat sasaran. Sebab, dengan begitu ekonomi bergerak dan daya beli masyarakat meningkat.

“Bayangkan saja, kalau mereka rontok, mereka punya pemasok barang yang harus dibayar, punya karyawan yang belum digaji, sementara bahan baku menumpuk, tak terjual,” kata Fahmi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, bantuan PPKM Darurat dari pemerintah pusat mulai dikucurkan. Bantuan tersebut terdiri dari beras melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Kalbar

Adapun jumlah bantuan yang didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah terdaftar dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial RI adalah 190 ton beras dan BST senilai Rp5,4 miliar.

Untuk penerima bantuan beras sebanyak 19 ribu KPM dengan masing-masing KPM menerima 10 kilogram beras. Sedangkan BST berjumlah 9 ribu KPM dengan masing-masing KK menerima bantuan senilai Rp600 ribu.

“Mudah-mudahan ini bisa memberi keringanan kepada masyarakat yang terdampak PPKM darurat, kita berharap semuanya bisa berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali,” kata Edi.

Warkop Raja Cafe, Jalan Ampera
SEPI – Warung kopi Raja Cafe, Jalan Ampera, tampak sepi, Rabu (25/8/2021). Sejak pandemi terjadi sejumlah pengusaha warung kopi di Pontianak gulung tukar. Mereka tak tesentuh bantuan apapun. (Andi Ridwansyah/insidepontianak.com)

Belanjakan Anggaran

Pengamat Kebijakan Publik, Syarif Usmulyadi menyebutkan, anggaran penanganan Covid-19 yang telah dianggarkan APBD 2021, nilanya cukup besar. Sumbernya dari Dana Alokasi Umum (DAU), pajak, retribusi, dan pendapatan lainnya.

Dana itu, kata Usmulyadi harus dibelanjakan daerah melalui dinas terkait. Misalnya Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Sosial, dan BPBD. Apalagi, dengan regulasi yang memudahkan Provinsi membelanjakan anggaran di massa Covid-19.

Dia tak ingin, kejadian serapan anggaran rendah kembali terjadi di Kalbar. Sebab, serapan anggaran rendah itu akan berdampak dengan penanganan Covid-19 yang buruk. Sebab, keterlambatan pembayaran insentif kepada tenaga kesehatan akan mempengaruhi kinerja garda terdepan dalam penagan Covid-19.  Akibatnya, kondisi Covid-19 Kalbar semakin parah.

“Termasuk ekonomi masyarakat, jika tidak dibantu,” kata Usmulyadi. (Andi Ridwansyah)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: