Subhan Noviar Klaim Ditunjuk Jadi Komisaris PTPN XIII Tak Ujuk-ujuk

  • Bagikan
Subhan Noviar Bersama Gubernur Sutarmidji
BERSAMA - Subhan Noviar bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji di momen Pemilihan Gubernur Kalbar tahun 2018. Saat itu Subhan menjadi tim relawan pemenangan Midji-Norsan. Kini, Subhan jabat Komisaris di PTPN XIII. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Subhan Noviar memastikan, akan bekerja maksimal membenahi PTPN XIII dalam kapasitasnya sebagai Komisaris baru di perusahaan perkebunan milik BUMN. Dia berjanji berupaya meningkatkan pendapatan dan membuat PTPN menjadi perusahaan yang dipercaya.

“Amahan (Komisaris) ini akan saya pertanggungjawabkan dengan bekerja sebaik-baiknya,” kata Subhan Noviar, Sabtu (4/9/2021).

Subhan yakin, pemilihan dirinya sebagai Komisaris di PTPN XIII tidak ujuk-ujuk. Baginya, Kementrian BUMN tentu ada pertimbangan. Salah satunya pengalaman dan latar belakang.

Subhan mengklaim sudah 20 tahun malang melintang di berbagai perusahaan besar. Sejak menamatkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura tahun 1994, Subhan menyebut telah menangani berbagai macam perusahaan besar. Seperti Citibank serta Dan Cup, yang bergerak di bidang saham.

Termasuk perusahaan TBK Ramayana di berbagai tempat. Segudang pengalaman itu juga diklaimnya mampu mendirikan bidang usaha sendiri. Yaitu PT Line Media Communication. Dia jadi Direktur Utamanya.

Menurut Subhan, keberhasilannya membuat terobosan dan melahirkan manajemen konsultan perushaan keluarga, membuatnya dilirik dan dianugerahi penghargaan Marketeer of the Year Awards bidang Human Resort tahun 2014, oleh Hermawan Kartajaya. Bapak manajemen Indonesia.

Subhan, yang baru dilantik menjadi komisaris di perusahaan perkebunan plat merah, berjanji mempelajari semua permasalahan di tubuh PTPN. Untuk selanjutnya merumuskan saran-saran ke arah perbaikan.

Dia optimistis bisa membawa PTPN XIII lebih baik. Targetnya, pendapatan PTPN XIII bisa meningkat dan PTPN dapat dipercaya. Apalagi kapasitas ilmu manajemen dia miliki.

Dia berharap mendapatkan dukungan penuh semua pihak. Sebagai putra daerah, dia memiliki tanggungjawab membesarkan PTPN. Agar kehadirannya memberi manfaat besar untuk masyarakat.

Dia juga menegaskan, selama menjabat Dewan Pengawas Independen Perusda hampir dua tahun, pembenahan telah terjadi di tubuh BUMD itu. Utamanya soal biaya operasional yang selama ini tak pernah mencukupi.

“Biaya operasional yang sebelumnya tak pernah cukup, kini dapat tercukupi lewat kerja sama Dewas dan Dirut,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: