banner 468x60

Melihat Riam Doyot Dari Dekat, Air Terjun Tersembunyi di Pusat Kota Bengkayang

  • Bagikan
Air Terjun Riam Doyot
Air Terjun Riam Doyot. Ist

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Dikenal sebagai Seribu Riam. Kabupaten Bengkayang memang pantas disebut Kota Wisata. Bagaimana tidak, baik yang sudah terjamah maupun yang belum dikelola. Masih banyak wisata tersembunyi yang membuat gelora hati bergejolak ingin memijakinya.

Mulai dari topografi wilayah yang strategis. Baik wisata pesisir maupun lembah melimpah ruah. Banyak pesona alam nan indah yang masih tersimpan di Kabupaten Bengkayang.

Salah satunya Riam Doyot. Lokasinya terletak di Desa Magmagan Karya, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang.

Air terjun Riam Doyot tak begitu tinggi. Hanya berkisar 5-7 Meter. Namun, airnya jernih, serta panorama alamnya masih sangat asri.

Selain mempunyai kualitas air yang jernih. Riam ini juga tidaklah jauh dari Pusat Kota Bengkayang. Sekitar 20 menit ditempuh menggunakan sepeda motor ke gerbang utama riam tersebut.

Disaat perjalanan menuju Riam Doyot, para wisatawan akan berjalan kaki dan dihadapkan dengan hamparan kebun sawit yang masih muda. Tata letak perkebunan sawit yang rapi menyejukkan mata.

Sesampainya di lokasi air terjun tersebut, kita pun beristirahat sejenak. Perjalan dari gerbang utama di kaki bukit, cukup menyita waktu. Bisa sampai satu jam setengah. Medan yang ditempuh, sedikit berbeda. Nanti, akan ada jalan menanjak menuju area kebun.

Kemudian, pastikan juga untuk membawa bekal yang cukup, baik makan dan minuman supaya perjalanan lebih menyenangkan.

Meski sedikit membuat lelah saat perjalanan, semua terbayarkan, Melihat air terjun Riam Doyot, perjalanan itu sepadan dengan lokasi yang dituju.

Tak banyak yang tau lokasi riam ini. Meskipun lokasinya masih tak jauh dari pusat Kota Bengkayang. Kondisi alamnya yang masih alami dan asri.

Terdapat 3 tingkat riam di air terjun Riam Doyot ini. Dan yang tertinggi sekita 7 meter. Tak hanya airnya yang segar untuk mandi. Pemandangan alamnya juga sangat bagus untuk berswafoto.

Agus salah seorang wisatawan mengatakan, dirinya baru pertama kali menginjakkan kaki di riam Doyot ini. Menurutnya, memang butuh perjuangan untuk sampai ke lokasi riam ini. Karena perjalanannya sedikit menantang. Dengan berjalan kaki dari permukiman warga hingga ke lokasi riam tersebut.

“Dari hasil jerih payah tersebut, terbayarkan ketika telah sampai di lokasi. Apalagi ia ketahui tak banyak wisatawan yang mengetahui destinasi ini. Menjadi nilai kepuasan tersendiri,” ungkapnya. Minggu (5/9/2021).

Agus menerangkan, memang riam tersebut tidak luas dan besar, seperti riam-riam yang sudah ia kunjungi. Namun, Riam Doyot memiliki keunikan tersendiri. Masih asri, belum banyak terjamah.

“Bak serasa berada di hutan Amazon,” katanya

Bukan tak beralasan. Kicauan burung, tiupan angin dan desahan air terjun memadu ria suasana. Hingga telinga, mata dan semua Indra turut merasakan atmosfer yang ada.

Untuk wisatawan yang ingin kesana disarankan membawa teman atau warga lokal yang paham akan kondisi wilayah disana. Sebab letak air terjun tersebut tersembunyi direrimbunan hutan. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: