Puluhan Tahun Tak Rasakan PLN Negara, Warga Pelanjau Harap Perhatian Pemkab Sambas

  • Bagikan
Camat Tebas, Slamet Riyadi tinjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Pelanjau
TINJAU - Camat Tebas, Slamet Riyadi tinjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Pelanjau yang rusak tujuh tahun terakhir, Sabtu (3/9/2021). (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Sudah puluhan tahun, warga Dusun Pelanjau, Desa Bukit Sigoler, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas mengeluh tak teraliri listrik.

Kondisi ini terjadi pasca-Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sana rusak sejak tujuh tahun terakhir. Warga pun berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Sambas memberi perhatian.

banner 336x280

Camat Tebas, Slamet Riyadi melihat langsung kondisi masyarakat di sana. Dia pun membenarkan sudah tujuh tahun warga Desa Bukit Sigoler tak merasakan listrik, akibat PLTS tak berfungsi.

Untuk menerangi malam hari, warga pun harus gunakan genset. Biayanya besar. Sebab gunakan premium bensin. Namun ada juga yang terpaksa gunakan pelita. Karena tak memiliki mesin penerang pribadi.

“Warga mengeluh, dan berharap jaringan listrik dapat mengaliri desa mereka,” kata Slamet Riyadi, Sabtu (4/9/2021).

Slamet memastikan, aspirasi warga itu akan disampaikan kepada Bupati Sambas, Satono untuk dicarikan solusi.

Di tempat yang sama, Kepala Dusun Pelanjau, Leonardus Joko berharap, pemerintah memperhatikan jaringan listrik di desa mereka. Di Dusun Pelanjau sendiri dihuni 48 rumah dan memiliki satu tempat rumah ibadah dan satu Sekolah Dasar (SD).

“Jumlah penduduk sebanyak 63 Kartu Keluarga (KK) dengan jumlah, 230 jiwa,” ucap Leonardus.

Dia pun menyebut, selama PLTS rusak, genset menjadi penerangan alternatif warga saat malam hari. Listrik yang bersumber dari gengset itu, dialirkan ke sejumlah rumah warga. Biaya bahan bakar ditanggung bersama. Kisarannya, Rp500 ribu per bulan.

“Mudahan keluhan warga Pelanjau ini menjadi perhatian khusus Bupati Sambas,” pungkasnya.

TINJAU – Camat Tebas, Slamet Riyadi tinjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Pelanjau yang rusak tujuh tahun terakhir, Sabtu (3/9/2021). (Ist)

Komentar
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: