Tjhai Chui Mie: Sepak Bola Indonesia Miliki Tantangan Besar untuk Menjadi Industri Olahraga yang Kuat dan Sehat

  • Bagikan
KONGRES - Wali Kota Singkawang membuka Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi PSSI Kota Singkawang di Basement kantor Wali Kota Singkawang, Minggu (5/9/2021). (MC Singkawang)

Tjhai Chui Mie: Sepak Bola Indonesia Miliki Tantangan Besar untuk Menjadi Industri Olahraga yang Kuat dan Sehat

SINGKAWANG, insidepontianak.com – Wali Kota Singkawang membuka Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi PSSI Kota Singkawang di Basement kantor Wali Kota Singkawang, Minggu (5/9/2021).

Wali Kota Tjhai Chui Mie mengatakan sepak bola Indonesia saat ini memiliki tantangan besar untuk menjadi industri olahraga yang kuat dan sehat. Banyak cara untuk membentuk kualitas kompetisi yang sehat agar proses pembentukan pemain-pemain bertalenta bisa maksimal sehingga prestasi sepak bola bisa kembali diraih. Inilah salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh pengurus PSSI baik di pusat maupun di daerah.

Salah satu tantangan yang sekarang dihadapi di masa Pandemi Covid-19 adalah tidak dapat dilaksanakannya kompetisi yang berimbas pada perkembangan klub-klub sepakbola yang ada termasuk di Kota Singkawang.

“Tentu hal ini harus kita pikirkan bersama untuk mencari cara terbaik agar kompetisi sepakbola dapat berjalan,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia meyakini di Kota Singkawang terdapat generasi muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bibit-bibit pesepakbola yang bisa menjadi atlit berprestasi, asalkan kita semua serius mendorong cabang olahraga ini menjadi salah satu olahraga unggulan.

Tjhai Chui Mie berharap kepada pengurus PSSI yang akan terbentuk nanti dapat melakukan pencarian bibit muda yang berbakat dan memiliki potensi serta melakukan pembinaan atlet secara terus menerus yang dilakukan mulai usia dini, sehingga olahraga sepakbola di Kota Singkawang akan tumbuh dan berjalan sesuai yang kita harapkan

“Agar kedepannya harapan kita Kota Singkawang memiliki pemain sepakbola yang bisa berprestasi di level provinsi maupun nasional, bahkan bisa mencapai level internasional,” ujarnya.

Untuk mencapai sebuah prestasi di bidang olahraga, tidak terkecuali di sepakbola, dibutuhkan sebuah kerja sama yang baik antara pengurus, atlet, masyarakat, Koni dan pemerintah.

Terlebih, kata Dia, pengcab yang merupakan ujung tombak pembinaan atlit secara langsung dengan didukung oleh Koni harus memiliki keinginan atau visi untuk meningkatkan kualitas sumber daya olahraga Kota Singkawang pada level Daerah, Nasional, hingga Internasional dan menjadikan olahraga di Kota Singkawang sebagai yang termaju di Kalimantan Barat.

“Untuk itu, rekrutlah atlet-atlet muda dan lakukan pembinaan dengan baik secara berkesinambungan, sebab sebuah prestasi bukanlah sesuatu yang dihasilkan secara instan, tetapi merupakan buah dari proses pembinaan yang panjang dan berjenjang,” katanya.

Apalagi, tambahnya, Pemerintah Kota Singkawang berkeinginan untuk meningkatkan olahraga rekreasi atau Sport Tourism di Kota Singkawang, mengingat Kota Singkawang dikenal sebagai Kota Pariwisata yang memiliki potensi untuk mengembangkan olahraga rekreasi.

“Olahraga rekreasi ini diarahkan untuk memasalkan olahraga sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kunjungan wisata melalui olah raga di Kota Singkawang,” ujarnya.

Ia berharap agar sepakbola kedepannya menjadi salah satu cabang unggulan di Kota Singkawang. “Dan Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan baik dengan menghasilkan kepengurusan yang berkomitmen kuat terhadap kemajuan sepakbola di Kota Singkawang, seperti yang kita harapkan bersama,” tutupnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: