DPRD Sanggau Target Pengesahan APBD Perubahan Akhir September Ini

  • Bagikan
Penyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2021
Penyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2021, di Ruang Rapat DPRD Sanggau. Kegiatan itu turut dihairi Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi, dan Bupati Paolus Hadi. (Ist)

SANGGAU, insidepontianak.com – DPRD Kabupaten Sanggau menargetkan, pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Sanggau tahun 2021 akan selesai di akhir September ini.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Timotius Yance menyatakan, tim Badan Anggaran (Banggar) baik eksekutif maupun legislatif akan menggodok bersama. Percepatan pembahasan akan dilakukan. Agar pelaksanaan APBD Perubahan bisa segera direalisasikan.

“Sehingga nantinya sesuai dengan rencana, yakni  per tanggal 30 September 2021 APBD perubahan sudah katuk palu,” kata Timotius Yance usai rapat Paripurna Penyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2021, di Ruang Rapat DPRD Sanggau belum lama ini. Kegiatan itu turut dihairi Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi, dan Bupati Paolus Hadi.

Timotius menyampaikan, jika sudah ketuk palu (disahkan) anggaran selama satu tahun ini, yang tidak terserap, bisa dilaksanakan pada APBD perubahan.

“Yang tidak dianggarkan pada APBD murni,  kita jalankan dianggaran perubahan,” kata dia

Bupati Sanggau Paolus Hadi mengatakan, pada tahun anggaran 2021, pihaknya memfokuskan pada penguatan ekonomi.

“Di RPJMD kita tahun 2021 itu masih bicara penguatan ekonomi, juga soal IPM, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Jadi arah dan prioritas pembangunan kita ke sana,” ujar PH sapaan akrab Bupati Sanggau Paolus Hadi.

Paolus Hadi menjelaskan, berdasarkan target RPJMD, kebutuhan Anggaran Pemkab Sanggau sangatlah besar, namun dikarenakan secara nasional terjadi pengurangan anggaran, oleh karenanya akan ada evaluasi RPJMD.

“Tapi dengan anggaran yang kita punya dari pendapatan yang diperkirakan Rp 1,5 triliun lebih, akan kita bagikan dengan benar untuk kita belanjakan yang pada akhirnya memaksa kita untuk devisit. Devisit inilah nanti yang menambahkan lagi jumlah belanja kita. Kita berharap Silpa 2020 ini mampu menutupi devisit itu,” harap Bupati Sanggau.

Untuk program peningkatan ekonomi di tahun depan, lanjut dia adalah dengan memperkuat UMKM di Kabupaten Sanggau.

“Tentu kita tidak bisa bekerja sendiri dengan tidak hanya menghandalkan APBD saja, tapi juga dengan memanfaatkan dana lain termasuk perbankan yang memberikan peluang cukup besar untuk UMKM kita dengan berbagai bantuannya,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: