Kunker ke Jawai, Bupati Satono Belanja Sekaligus Sapa Pedagang di Pasar Sentebang

  • Bagikan
Bupati Satono
Bupati Sambas, Satono membeli petai pedagang di Pasar Sentebang Jawai saat melakukan kunjungan kerja, Senin (6/9/2021). (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Kunjungan kerja ke Jawai, Bupati Sambas, Satono turut meninjau kondisi Pasar Tradisional Sentebang. Orang nomor satu di Sambas itu juga menyempatkan diri berbelanja sekaligus menyapa pedagang, Selasa (7/9/2021).

Satono ingin membantu para pedagang di Pasar Sentebang yang terdampak pandemi Covid-19. Walaupun tidak setiap hari belanja di sana, dia ingin itu menjadi contoh bagi yang lain. Bahwa belanja di pasar tradisional dapat membantu mengangkat gairah ekonomi yang sedang merosot dihantam pandemi.

“Alhamdulilah, tadi pagi sebelum meresmikan Vihara Desa Matang Terap, Jawai Selatan, saya singgah ke Pasar Sentebang. Saya melihat aktivitas pasar di sana, sekaligus belanja hasil pertanian masyarakat Jawai. Ada beli petai, tempuyak dan banyak lagi,” ucap Satono.

“Walaupun saya tidak setiap hari belanja di Sentebang, tapi saya selalu belanja di pasar tradisional,” tambanya.

Satono ingin, apa yang ia lakukan jadi contoh pejabat lain, atau pegawai dan masyarakat. Berbelanja di pasar tradisional secara rutin akan menghidupkan geliat ekonomi pedagang kecil di tengah pandemi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Satono juga memberikan imbauan protokol kesehatan (prokes) kepada para pedagang dan pengunjung pasar.

Menurutnya, penerapan prokes di sana sudah cukup baik, walaupun masih ada yang tidak menjaga jarak dan tidak pakai masker. Dia juga mengajak para pedagang agar mau divaksin.

“Kita tahu sendiri, yang namanya pasar pasti banyak orang. Kalau pasar saja sudah sepi, bisa mati roda ekonomi kita, tapi yang lebih penting lagi adalah, saya ingin masyarakat itu sadar prokes, sadar pentingnya vaksinasi. Karena ingat, kita masih di masa pandemi yang entah sampai kapan berakhir belum tau,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: