Olah Pisang Jadi Dodol, Kelompok UMKM Karimunting Raup Omset hingga Rp10 Juta Perbulan

  • Bagikan
Kelompok UMKM Dusun Sui Soga, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, saat mengolah pisang menjadi dodol. Selasa (7/9/2021).
Kelompok UMKM Dusun Sui Soga, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, saat mengolah pisang menjadi dodol. Selasa (7/9/2021).

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Meraup rupiah bisa dari pintu mana saja. Asalkan jeli melihat peluang dan pantang menyerah.

Seperti dilakukan Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Dusun Sui Soga, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, yang mampu meraup untung dari beragam olahan Dodol.

Olahan Dodol ini, merupakan jalur alternatif menambah sumber penghasilan kebutuhan selama Pandemi Covid-19 melanda.

Dodol ini bukan sembarangan. Tapi, Dodol dari olahan Pisang. Buah kuning ini diolah para pelaku UMKM, dan menjadi peluang dari potensi hasil perkebunan di wilayah setempat.

Kelompok UMKM tersebut, sengaja membuat usaha Dodol Pisang. Dikarenakan hasil ekonomi masyarakat turun pesat sejak dua tahun terakhir. Apalagi, musim pandemi ini.

Salah satu penggagas usaha Dodol, adalah Aprianingrum. Ide usaha dodol timbul bermula, saat melihat potensi kebun pisang dari petani setempat yang melimpah. Namun, harga pisang sangat murah. Sangat disayangkan apabila tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

“Melihat situasi paceklik. Inisiatif dan kreativitas timbul. Sehingga hadirlah usaha dodol ini,”ujarnya. Selasa (7/9/2021).

Usaha dodol yang ia geluti tersebut, dinamai dengan nama “Dodol Jadoel”. Kini, kelompok UMKM tersebut berhasil meraup omset hingga Rp 10 juta perbulan. Dengan bermodalkan pisang, dengan kreasi dan topping unik.

“Alhamdulillah, dari hasil tersebut bisa bertahan disituasi pandemi. Orang sekitar dapat merasakan dampaknya,” terang Aprianingrum.

Kata dia, tak hanya Dodol Pisang Jadoel sebagai produk unggulan. Kelompok UMKM tersebut juga mengolah dodol dari beragam jenis buah. Seperti dodol labu, nanas, jagung, kacang hijau, buah naga, durian dan buah-buahan lainnya.

Diketahui Kelompok UMKM di pesisir Kabupaten Bengkayang ini terdiri dari dua kelompok. Kelompok ini dibagi menjadi 5 orang perkelompoknya.

Aprianingrum berharap, ke depan usaha kecil menengah yang digarap oleh masyarakat Dusun Sui Soga dapat berkembang dan meningkat.

“Yaa dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat di sini,” ucapnya. (Baruna)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: