Pemda Kayong Utara Ganti Rugi Lahan Warga Tahap Kedua untuk Pembangunan Bandara

  • Bagikan
GANTI RUGI - Bupati Kayong Utara Citra Duani memimpin langsung proses ganti rugi lahan milik masyarakat yang masuk di dalam lahan pembangunan bandara di Kayong Utara. (Istimewa)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kayong Utara terus melakukan proses pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan yang akan dibangun bandara di Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

“Tahap pertama di Desa Riam Berasap, 31 orang, 67 bidang, 13,66 hektar, total Rp1.626.074.980, tahap kedua rencana besok (Rabu, 8/9/2021) di Desa Simpang Tiga. Total area yang diperlukan 189 hektar dengan rundway 2,5 km,” ungkap Bupati Kayong Utara, Citra Duani, Selasa (7/9/2021).

Terkait besar nilai ganti rugi yang sebagian mendapat penolakan dari pemilik lahan, Citra Duani mengatakan akan menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan.

“Bagi warga yang tidak setuju dengan nilai ganti rugi  itu, akan kita serahkan ke pengadilan, mereka  langsung berhubungan ke sana,” kata Citra Duani.

Menurutnya, saat ini sudah masuk tahap finalisasi  setiap warga di dua desa yang memiliki lahan di sepanjang  rencana pembangunan bandara pertama di Kayong Utara tersebut harus bisa menunjukkan kepemilikan yang sah  berupa sertifikat tanah.

“Ini sudah tahap akhir final. setiap warga yang memiliki tanah itu dilakukan verifikasi faktual salah satunya dengan menunjukan sertifikat, kemudian kedua mereka menandatangani kwitansi untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Saat ini sebanyak 31 warga di Desa Riam Berasap sebagian besar telah memenuhi persyaratan untuk dilakukan pembayaran melalui transfer ke rekening masing – masing.

“Nanti Pemerintah Daerah akan  menerbitkan SP2dD untuk diserahkan ke pihak Bank Kalbar dan akan ditransfer ke rekening masing – masing,” katanya.

Ia menambahkan, bagi warga yang belum melengkapi persyaratan tersebut, disarankan untuk segera dilengkapi agar segera diproses pembayaran.

“Persyartan lain seperti NPWP, PBB, buku tabungan  harus lengkap dulu,  besok rencana di Desa Simpang Tiga lagi,” katanya. (Fauzi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: