Residivis Kambuhan Jadi Pelaku Dua Curanmor di Ketapang

  • Bagikan
Kapolres Ketapang bersama jajaran Polres Ketapang menggelar konferensi pers terkait beberapa kasus yang berhasil diungkap. Ist
Kapolres Ketapang bersama jajaran Polres Ketapang menggelar konferensi pers terkait beberapa kasus yang berhasil diungkap. Ist

KETAPANG, insidepontianak.com – Jajaran Polres Ketapang telah berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Kabupaten Ketapang.

Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana mengungkapkan untuk kasus pertama, yakni mengenai curanmor yang terjadi di salah satu warung Jalan Pangeran Bandala, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta, Ketapang, Kalimantan Barat.

Dimana menurut Yani, kejadian terjadi pada Jumat 06 Agustus 2021. Pelaku membawa kabur motor milik wanita berinisial JU (32). Saat berbelanja di warung korban, pelaku mencuri kunci motor milik korban di atas meja warung. Tak menunggu lama, motor pun dibawa pelaku.

Tak sampai di situs aja aksi pelaku ini. Ia kembali beraksi pada Minggu 08 Agustus 2021, sekitar pukul 14.30 WIB. Kali ini, ia tak sendiri. Bersama pelaku kedua berinisial AD (34) ia nekat kembali ke warung JU.

Ia mengincar motor Honda Vario warna merah, milik korban. Kebetulan, kendaraan tersebut terparkir di samping warungnya.

“Modus pelaku berpura-pura berbelanja di warung korban. Biar mudah membawa motor milik korban yang tadi terparkir di samping warung,” ungkap AKBP Yani Permana saat konferensi pers, Senin (6/9/2021).

Yani menambahkan, diketahui pelaku AD sendiri merupakan residivis kambuhan yang baru bebas dari Lapas Ketapang sekitar 5 bulan yang lalu dengan kasus serupa, yakni curanmor.

“Untuk kedua pelaku ini kita ancam dengan Pasal 362 KUHP, dengan ancaman pidana penjara lima tahun,” tegasnya.

Kasus kedua, curanmor di wilayah Polsek Marau. Seorang warga Kecamatan Singkup, melaporkan motor Honda CRF yang sedang terparkir di samping rumah korban hilang.

“Tak sampai 24 jam anggota berhasil menangkap pelaku. Berinisial BS (16),” tuturnya.

Dari keterangan pelaku BS, aksi pencuriannya di Kecamatan Singkup melibatkan seseorang berinisial RB. Tugasnya, mengantar pelaku ke rumah korban.

” RB sampai saat ini masih dalam pengejaran petugas,” kata Yani.

Nantinya BS, dijerat dengan ancaman Pasal 363 KUHP Ayat 3 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (Fauzi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: