Manto, Seniman Khas Dayak dengan Beragam Karya Seni

  • Bagikan
Sejumlah karya Manto yang menggambarkan simbol khas Dayak. Ist
Sejumlah karya Manto yang menggambarkan simbol khas Dayak. Ist

PONTIANAK, insidepontianak.com – Indonesia merupakan negara kesatuan dengan beragam suku dan budaya. Tidak mengherankan jika setiap daerah mempunyai keunikan, dan ciri khas masing-masing. Begitupula dengan kerajinan khas masyarakat suku Dayak.

Adalah Manto. Pria kelahiran 1985 ini merupakan seniman khas Dayak. Karya-karyanya sudah dikenal banyak orang, khususnya sekitaran Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Melalui seni, ia cukup bisa memenuhi kebutuhan hariannya.

Ia menyukai dunia seni sejak usianya masih muda. Sekarang, namanya sudah dikenal luas. Ia banyak menciptakan karya khas suku Dayak seperti Mandau, Perisai, Baju Adat Dayak, figur atau tokoh Dayak, dan berbagai macam pernak-pernik unik suku Dayak.

Ia bercerita, jika hendak membuat patung, atau anyaman, biasanya ia masuk hutan. Mencari bahan baku utama. Tak hanya itu, ia juga biasanya berdiam lama di sana. Hutan yang jarang di jangkau orang. Sekedar, mencari inspirasi buat karya berikutnya.

Usai bahan baku dari hutan didapat, Manto biasanya mengurung diri dirumahnya. Membuat patung butuh waktu lumayan lama. Perlu teknik dan ketarampilan tangan mumpuni.

“Buat ukiran cukup sulit. Jadi lama,” ucapnya.

Ia terus mengasah kemampuan. Terus menghasilkan karya. Sekaligus menjaga budaya agar tidak habis ditelan zaman.

“Kita berkarya agar nantinya budaya-budaya yang ada pada suku Dayak tidak hilang. Dengan karya, kearifan lokal khas suku Dayak bisa dinikmati orang-orang,” ucapnya.

Tak sekedar membuat berbagai kerajinan dan seni rupa, Manto juga membuka kelas belajar bagi yang berminat.

“Bagi yang ingin belajar, datang saja. Gratis,” ungkapnya.

Menurutnya, generasi baru untuk meneruskan setiap karyanya. Seni Dayak tidak boleh mati. Untuk itu, ia tak menolak jika ada yag ingin belajar dengannya. (Nia)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: